Month: August 2021

Melihat Sejarah Karate di Indonesia

18 Februari 2021, 20:20 WIB

Penulis: Any Hidayati Editor: Lily Indriyani

Madu Features – Buat para penggemar manga atau anime Jepang Detective Conan dan mengenal tokoh Ran Mori, tentu tak akan asing dengan olahraga beladiri karate.

Sama seperti Ran Mori, olahraga karate juga berasal dari Negeri Sakura. Tepatnya di Pulau Okinawa, bagian selatan Jepang.

Karate muncul untuk kali pertama, sekitar 1876 atau era Kerajaan Ryukyu. Lalu, mulai berkembang ke seluruh Jepang, awal abad ke-20.

Di Indonesia, karate mulai diperkenalkan oleh mahasiswa Tanah Air yang baru selesai menuntut ilmu di Negeri Sakura pada tahun 1963.

Saat itu, Baud A.D. Adikusumo yang juga mendalami karate dan mendapat sabuk hitam di Jepang, mengajak beberapa rekannya. 

Sebut saja, Mochtar Ruskan, Karianto Djojonegoro, dan Ottoman Noh, untuk mendirikan sebuah dojo alias tempat latihan.

Dengan bahu-membahu, akhirnya dojo karate pertama Indonesia berdiri di Jakarta, masih di tahun yang sama.

Setahun kemudian, tepatnya 10 Maret 1964, Adikusumo dan kawan-kawan yang membawa aliran karate Shotokan mendirikan induk karate nasional, Persatuan Olahraga Karate (PORKI).

Bala bantuan dari para alumni Tanah Air yang mencari ilmu di Jepang kemudian berdatangan di tahun-tahun awal pembentukan PORKI.

Adalah Setyo Harsono (pendiri dojo Gojukai), Anton Lesiangi, Sabeth Mukhsin, dan Chairul Taman yang turut mengembangkan karate hingga aliran nusantara makin beragam.

Para karateka, sebutan untuk atlet karate, asli Jepang pun kemudian berbondong-bondong melakukan misi menyebarkan lebih banyak lagi aliran dojo. 

Seperti Matsusaki (Kyushin Ryu, 1966), Ishi (Goju Ryu, 1969), Hayashi (Shito Ryu, 1971) dan Masutatsu Oyama (Kyokushinkai, 1967).

Sayang, semakin beragamnya aliran karate yang berkembang, perpecahan di dalam tubuh PORKI pun muncul.

Ketidakcocokan antara PORKI dengan para pengurus dojo membuat kemunculan induk olahraga tandingan.

PORKI kembali bersatu pada 1972 dengan nama anyar, yaitu FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) dan bertahan hingga saat ini.

Setengah abad berkembang di Indonesia, karate mencetak banyak karateka berprestasi di berbagai ajang nasional maupun internasional.

Misalnya, Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang, Rifki Ardiansyah Arrosyiid merebut medali emas untuk nomor kumite 60 kg putra.

Terbaru, FORKI akan mengirim lima karateka untuk mengikuti kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 yang akan berlangsung pada 23 Juli s.d. 8 Agustus mendatang.

Kelima karateka tersebut akan tampil dalam Karate Premier League di Rabat, Maroko, dan World Olympic Qualification Tournament di Paris, Prancis.

FORKI bertekad untuk meloloskan wakilnya ke Jepang sebagai saksi sejarah debut karate di level Olimpiade.

Artikel ini telah terbit di olahraga.skor.id dengan judul “Skorpedia: Sejarah Karate di Indonesia, Sebuah Perjalanan dari Negeri Sakura” pada tanggal 18 Februari 2021 pukul 20:20 WIB.

https://olahraga.skor.id/skorpedia-sejarah-karate-indonesia-sebuah-perjalanan-dari-negeri-sakura-01368127

Aktivitas Nabilla Si Juara Karate Putri

Kumpulan Medali Nabilla Nur Aprilliani Yang Telah Memenangkan Banyak Perlombaan. (Dokumentasi Narasumber)

Madu Sehat, Bandung – Siswi SMAN 12 Bandung, Nabilla Nur Aprilliani atau yang sering dipanggil Nabilla baru saja memenangkan Juara 1 Festival Olahraga Kota Bandung tahun 2021 cabang karate putri. Nabilla mempunya kegiatan padat. Dalam sehari, Nabilla dapat berlatih karate selama 2 atau 3 jam. Ia berlatih karate di Cimahi pada hari Senin, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Di hari Sabtu ia berlatih 2 kali, yaitu di pagi hari dan sore hari.

Nabilla menyukai karate sejak kelas 3 SD yang mana baru berusia 8 tahun pada saat itu. Awalnya ia mengikuti karate karena ekskul di sekolahnya tetapi sang pelatih melihat Nabilla mempunyai potensi yang bagus sehingga Nabilla diarahkan untuk berlatih di tempat latihan yang pelatihannya serius, tidak main-main. Waktu pertama kali latihan tersebut, Nabilla lah yang paling muda karena ia masih menduduki sekolah dasar dan teman-teman lainnya sudah SMP.

Jika tidak ada latihan, Nabilla akan menghabiskan waktu untuk tidak melakukan apa-apa dikarenakan tubuhnya yang suka sakit setelah selesai berlatih. Tapi, jika sedang bosan, ia akan melakukan workout atau latihan menggunakan barbel di rumahnya. Sepertinya, para atlet tidak akan jauh dari olahraga ya.

Atlet karate kesukaan Nabilla adalah Sandra Sanchez, seorang atlit karate asal Spanyol. Selain hobi karate, Nabilla juga suka menonton drama korea.

Penulis: Chalida Rahma Listy

Siswi SMAN 12 Bandung Raih Juara 1 Festival Olahraga Karate Putri

Salah satu dokumentasi Nabilla Nur Aprilliani memenangkan sebuah perlombaan karate. (Dokumentasi Narasumber).

Madu News, Bandung – Pada Hari Rabu, 11 Agustus 2021, Nabilla Nur Aprilliani—siswi SMAN 12 Bandung dari kelas X-6— mengharumkan nama sekolah dengan berhasil meraih Juara 1 Festival Pendidikan Olahraga Cabang Karate Putri tingkat SMA-SMK se-kota Bandung tahun 2021 disusul oleh Najla dari SMA 5 sebagai Juara 2. Pengambilan video Nabilla untuk perlombaan tersebut dilaksanakan di aula SMAN 12 Bandung.

Meskipun tidak dapat merasakan langsung pertandingannya dikarenakan sistemnya pengiriman video dan penjuriannya tertutup, Nabilla dan kerabatnya tetap senang dan bersyukur setelah diberitahukan kemenangannya oleh guru olahraga Bu Sarah, serta berharap agar Nabilla terus bisa mempertahankan prestasinya.

“Yang jelas sih senang, ya. Bersyukur dan semoga terus bisa mempertahankan,” kutip Nabilla.

Dibutuhkan waktu berapa lama untuk mempersiapkan perlombaan tersebut?

“Tidak ada persiapan khusus dikarenakan dituntut untuk latihan seminggu empat kali agar selalu siap menghadapi pertandingan kapan pun,” jawab Nabilla.

Mempertimbangkan situasi pandemi, apakah teknis pertandingan karate yang Nabilla ikuti berbeda dengan teknis sebelum pandemi?

“Sangat berbeda, rasanya kurang menantang karena tidak mendapatkan support langsung dari penonton yang biasanya ramai, heboh, dan histeris…terlebih ketika juri memberikan skor. Rasanya deg-deg-an sekali. Namun sekarang terasa lebih biasa saja…tau-tau menang. Tidak merasakan naik podium,” respon Nabilla.

Penulis: Helmi Zaidan

Lantas Bagaimana

Bagaimana cara memutar waktu?

Tuntutku lugu pada dinding membisu
Ketika cahaya menggerutu
Hingga bayangku terbias temaram lampu

Tak ada sua ataupun kata
Gema maupun luka
Mencipta mahakarya nelangsa
Melekat pada bentuk yang ada

Bagaimana cara menebas rindu?
Tanyaku nanar pada awan kelabu
Menguburnya jauh hingga tertutup pintu?
Mengulur benang-benang masa lalu agar tiada menggebu-gebu?

Lantas bagaimana caraku menunggu?
Meredam kalut hingga kelu?
Atau-
Menjadi manusia yang baru?

Karya: emiliana (xis4)

MaduFeatures.

5 Tips efektif belajar secara daring selama #dirumahaja

5 Tips Efektif Belajar #dirumahaja

Madu Sehat, Bandung – Covid-19 mengharuskan kita melakukan kegiatan dari rumah, salah satunya adalah proses perkuliahan yang mengharuskan dilakukan secara daring melalui rumah.

Tentunya, sebagai mahasiswa ada penyesuaian pola belajar yang tentunya harus dilakukan mengingat pembelajaran dilakukan dirumah. Dirumah aja pun bukan penghalang mahasiswa untuk tetap mendapatkan ilmu. Nah bagaimana sih cara belajar yang efektif selama dirumah aja? Berikut ulasannya.

1. Atur tempat untuk belajar

Mood belajarmu dipengaruhi oleh tempat kamu belajar. Cari posisi dirumah yang nyaman dan hindari belajar ditempat yang membuatmu merasa ngantuk, seperti dekat dengan kasur. Tetapi semua balik lagi pada diri kamu sendiri seperti apa tempat yang nyaman untuk kamu belajar.

2. Buat rencana belajarmu

Rencanakan apa yang mau kamu pelajari pada hari itu, buat daftar apa saja yang ingin kamu pelajari agar kamu dapat fokus belajar dan mengikuti perkuliahan. Catat selalu jikalau ada deadline tugas agar teratur.

3. Hindari hal yang dapat mendistraksi belajarmu

Selama dirumah aja, kecenderungan untuk terus membuka media sosial dan bermain games sangat besar. Tetap fokus dalam proses pembelajaran dan hindari melakukan hal yang tidak berhubungan dengan proses pembelajaran.

4. Perhatikan jadwal perkuliahanmu

Pasang timer agar kamu tidak telat mengikuti perkuliahan secara daring, selalu lihat jadwal dan perencanaan belajar yang sudah kamu buat, sehingga kamu dapat belajar secara fokus dan teratur sesuai jadwal.

5. Luangkan waktu untuk bersantai

Beri jeda waktu agar kamu dapat refreshing, duduk didepan laptop secara terus menerus bukanlah hal yang mudah. Lakukan kegiatan yang dapat menjaga mood mu agar tetap stabil seperti mendengarkan musik, olahraga dan lain sebagainya.

Itulah lima tips agar kamu tetap efektif mengikuti perkuliahan dan belajar selama dirumah aja, tetap jaga kesehatan dan fokus dalam belajar ya!

Berita ini telah terbit di lp3i.ac.id, dengan judul 5 Tips efektif belajar secara darin selama #dirumahaja

Sumber: https://www.lp3i.ac.id/5-tips-efektif-belajar-secara-daring-selama-dirumahaja/

Soal Sekolah Tatap Muka, Mendikbud: Keputusan di Tangan Orang Tua

SOLOPOS.COM – Mendikbud Nadiem Makarim. (Okezone)

Chelin Indra Sushmita Jumat, 6 Agustus 2021 – 13:31 WIB

Madu News, Bandung – Mendikbud Nadiem Makarim menyatakan kegiatan pembelajaran di tahun ajaran baru 2021/2022 bersifat dinamis. Artinya ada kemungkinan sekolah tatap muka digelar terbatas dengan beberapa persyaratan.

“Kegiatan pembelajaran di tahun ajaran baru mengacu pada kebijakan PPKM masing-masing daerah dan Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19,” kata Nadiem dikutip dari laman resmi Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemendikbudristek, Jumat (6/8/2021).

Setiap satuan pendidikan harus memperhatikan jumlah kasus Covid-19 di wilayah masing-masing. Daerah yang berada di level 1 dan 2 bisa memulai sekolah tatap muka terbatas dengan mengutamakan kesehatan.

“Sementara untuk daerah yang berada di Level 3 dan 4, masih harus menggelar pembelajaran secara jarak jauh (PJJ),” kata Nadiem.

Meski demikian dia menegaskan keputusan terakhir dalam menentukan sekolah tatap muka atau online berada di tangan orang tua siswa.

“Keputusan terakhir bahwa murid tatap muka atau tidak, ada di orang tua, karena PTM Terbatas berbeda dengan PTM biasa sebelum pandemi,” tutur Nadiem.

Nantinya jika sekolah tatap muka dilakukan, maka jumlah siswa yang hadir dibatasi hanya 50% dalam ruang kelas. Setiap kelas juga diwajib untuk melakukan rotasi, hingga wajib memerhatikan protokol kesehatan.

“Tidak ada acara-acara ekstrakurikuler, kantin tidak boleh buka,” ujar Nadiem.

Sementara untuk mendukung kegiatan pembelajaran selama pandemi, Nadiem memastikan pihaknya memberikan bantuan. Salah satunya bantuan kuota internet  yang dimulai pada September-November 2021.

Sementara itu berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 27 dan 28 Tahun 2021, pembelajaran di wilayah PPKM Level 3 dan 4 harus dilaksanakan secara online atau daring. Aturan ini berlaku pada tiap jenjang pendidikan formal dan informal. Artinya wilayah level 3 dan 4 belum bisa melaksanakan sekolah tatap muka.

Berita ini telah terbit di Solopos.com, dengan judul Soal Sekolah Tatap Muka, Mendikbud: Keputusan di Tangan Orang Tua pada tanggal 6 Agustus 2021.

https://www.solopos.com/soal-sekolah-tatap-muka-mendikbud-keputusan-di-tangan-orang-tua-1144120