Month: September 2021

INCOMING: Calon Ketua Osis SMAN 12 Bandung 2021-2022!

Foto-foto keenam bakal calon ketua osis SMAN 12 Bandung 2021-2022 (Sumber: Dokumentasi Sekolah)

Madu News, Bandung – Seperti yang ada di thumbnail, terdapat enam bakal calon ketua osis SMAN 12! Nama mereka dari kiri ke kanan ada Deika, Raghib, Aznaya, Alisa, Anggun, dan Viyata.

Saat ini, keenam bakal calon ketua osis tersebut sedang menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Setelah itu, mereka akan disaring lagi menjadi tiga calon ketua osis. So stay tuned untuk hasil penyaringannya!

Penulis: Helmi Zaidan

Kesadaran Demokrasi di Indonesia dalam Siswa-siswi 12

Ilustrasi Suasana Demokrasi (Sumber: https://www.dosenpendidikan.co.id/demokrasi-adalah/)

Madu News, Bandung – Selamat Hari Demokrasi Internasional! Hari Demokrasi Internasional yang diperingati setiap 15 September ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap situasi demokrasi yang pernah maupun sedang terjadi di dunia.

Membahas soal demokrasi, bagaimanakah kesadaran siswa-siswi di SMAN 12 Bandung akan demokrasi di Indonesia, terlebih di saat pandemi seperti ini? Mari simak hasil survey berikut!

Berdasarkan survey bersampel 24 responden yang telah dilakukan, Meskipun sebagian besar siswa-siswi SMAN 12 belum mempunyai partai politik pilihan yang sesuai dengan hati nurani, siswa-siswi SMAN 12 tetap tertarik untuk menggunakan hak pilih dalam pemilu baik di tingkat daerah maupun pemerintah pusat. Hal ini terbukti dengan sebagian besar siswa-siswi memiliki tokoh idola calon pemimpin maupun politik.

Tidak hanya partai saja, sebagian besar siswa-siswi SMAN 12 juga sudah sadar betul akan fungsi lembaga perwakilan rakyat di Indonesia. Hal ini ditandai dengan hampir semua siswa-siswi SMAN 12 dapat menjawab pertanyaan seputar demokrasi di Indonesia dengan benar serta terdapat sebagian yang mengikuti pemberitaan mengenai pemilu yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2024.

Hal tersebut membuktikan kesadaran demokrasi di Indonesia dalam siswa-siswi SMAN 12 yang baik terlebih ketika lebih dari setengah siswa-siswi SMAN 12 tertarik untuk membaca berita bertema politik.

Penulis: Helmi Zaidan

Nabilla Menang Lagi!

Penulis: Emiliana I           Sen, 20 Sept 2021 | 18.50 WIB

Madu Features – Nabilla Nur Aprilliani atau yang kerap disapa Nabilla memenangkan kompetisi bela diri karate untuk yang ke sekian kalinya! Nabilla baru saja memenangkan Kejuaraan Nasional Sekoci Cup 4 dengan menyandang juara pertama.

Ketika ditanya perihal kiat-kiat untuk dapat menjadi juara, siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 12 Bandung ini menjawab bahwa latihan, latihan, dan latihan adalah caranya untuk menjadi juara seperti saat ini.

Untuk mendapatkan informasi mengenai kompetisi bela diri karate, Nabilla berkata bahwa ia dapat mengetahui informasi seputar kompetisi bela diri tersebut dari pelatihnya ataupun dari sosmed (akronim dari sosial media), namun setelahnya Nabilla menambahkan juga bahwa dirinya lebih banyak mendapatkan informasi kompetisi bela diri ini dari pelatihnya.

Tidak heran jika Nabilla dapat menduduki peringkat yang besar di bela diri yang tengah ia geluti. Nabilla gigih sekali berlatih untuk terus meningkatkan kemampuannya, loh! Seperti yang kita sudah ketahui tadi, Nabilla berkata bahwa latihan, latihan, dan latihan ialah kunci menjadi juara. Hmm, jadi pengen tahu jadwal latihan Nabilla itu seperti apa deh!

Siswi yang berusia lima belas tahun ini biasa berlatih bela diri karate di Kota Cimahi dengan jadwal empat kali dalam kurun waktu satu minggu. Tidak ayal jika Nabilla dinobatkan sebagai juara, setuju ‘kan teman-teman Madu Sehat sekalian?

Empat hari yang disebutkan di atas tadi ialah hari senin, hari Selasa, hari Sabtu, dan hari MInggu. Itu merupakan jadwal Nabilla untuk latihan karate. Padat sekali, ya? Belum lagi hari Sabtu yang kata Nabilla latihannya itu biasa dilakukan sebanyak dua kali, baik pada pagi hari juga sore harinya. Waah, produktif banget gak sih teman kita ini?

Nabilla tetap semangat berlatih meskipun — seperti yang kita tahu – situasi saat ini sedang tidak baik-baik saja. Nabilla juga tetap menjaga produktivitasnya untuk terus maju. Yap, itu keren banget dan di sisi lain sosok Nabilla itu inspiratif sekali!

Nah, sekarang mari kita bahas mengenai perbedaan ketentuan prosedur dalam kompetisi bela diri ini baik setelah ataupun sebelum adanya pandemi.

Jadi teman-teman semuanya, Nabilla bilang bedanya antara kompetisi bela diri karate setelah dan sebelum pandemi itu cukup kentara buat Nabilla sendiri, loh! Saat itu — sebelum pandemi ini terjadi — biasanya para peserta dilihat dan dinilai secara langsung (face to face) oleh juri iya, ‘kan?Berbanding terbalik dengan kondisi saat ini, Nabilla berkata bahwa untuk dinilai oleh juri, peserta cukup mengirimkan video atau melakukan panggilan dan memeragakan gerakannya melalui aplikasi zoom meeting.

Membahas tentang perbedaan tersebut, Nabilla berkata bahwa tidak ada yang lebih sulit baik secara offline ataupun secara online. Jika kompetisi itu dilakukan secara online kemudian menyadari bahwa ada gerakan yang salah, videonya dapat di-take ulang. Hal itu tidak mungkin dapat dilakukan dalam kompetisi yang diadakan secara offline.

Namun, jika kompetisi dilakukan secara offline, para peserta dapat merasakan euforia yang tinggi. Sorakan penonton, kehebohannya, serta kehisterisan untuk mendukung masing-masing peserta secara mental yang mana membagikan banyak sekali energi positif. Hal itu tidak terjadi jika kompetisi diadakan secara online.

Ternyata memang selalu ada dampak positif dan negatifnya tersendiri, ya?

Di luar kegiatannya dalam bela diri karate, Nabilla ternyata hobi menononton K-Drama atau juga biasa kita sebut dengan drakor (akronim dari drama Korea).

Tergambar jelas ya selain latihan dengan jadwal yang padat, Nabilla tetap beristirahat dan melakukan refreshing juga.

Ketika ditanya mengenai idola, Nabilla menjawab bahwa Sandra Sánchez Jaime ialah idolanya. For your information, sang idola ialah karateka yang berkebangsaan Spanyol, teman-teman!

And last but not least, mari kita lihat harapan Nabilla untuk ke depannya. Nabilla bilang kalau harapannya untuk ke depan adalah untuk terus berprestasi dan terus membanggakan kedua orang tuanya.

Aamiin, aamiin, aamiin!

Untuk Nabilla, semangat terus untuk tetap berkarya ya!

Selamat Hari Ozon Internasional!

Selamat hari ozon ke-36! (Sumber: tirto.id)

Madu Sehat, Bandung – Hari Ozon Internasional atau International Day For the Preservation of the Ozone Layer diperingati setiap tanggal 16 September setiap tahunnya.

Hari Ozon Internasional 2021 yang ke-36 tahun ini mengangkat tema ‘Keeping Us, Our Food and Our Vaccine Cool’. Berkaitan dengan tema tersebut, Hari Ozon Internasional 2021 diharapkan bisa membuat masyarakat dunia bersama-sama menyelamatkan bumi dari kerusakan lapisan ozon.

Sejarah Hari Ozon Internasional

Hari Ozon Internasional pertama kali diinisiasi pertama kali pada 1987 di konvensi Wina, Austria. Di akhir tahun 1970-an, para ilmuwan menemukan bahwa umat manusia telat membuat lubang besar pada lapisan ozon. Apabila lapisan tersebut berlubang semakin besar, itu akan mengancam kesehatan dan kelestarian kehidupan di muka bumi.

Berdasarkan sejarahnya, yang dikutip dari laman PBB, pemerintah dunia pun mengadopsi Konvensi Wina pada tahun 1985 untuk mengadakan upaya Perlindungan Lapisan Ozon. Konvensi ini melahirkan Protokol Montreal yang mengajak pemerintah, ilmuwan, dan industry untuk bekerja sama memotong 99% dari semua zat perusak ozon.

Apa itu ozon? Apa fungsi ozon?

Ozon adalah molekul gas yang tersusun dari tiga atom oksigen yang secara alami terdapat di atmosfer bumi dan menyerap radiasi sinar ultraviolet pada panjang gelombang tertentu.

Lapisan ozon mempunyai beberapa fungsi yaitu Melindungi Bumi dari sinar ultraviolet, melindungi permukaan bumi dari jatuhnya benda-benda langit, menjaga suhu bumi, dan mengatur porsi sinar ultraviolet yang masuk ke permukaan Bumi.

Penyebab dan dampak menipisnya ozon

Faktor Pemicu peningkatan penggunaan Bahan Perusak Ozon atau dikenal dengan istilah BPO. BPO terdiri dari kloroflorokarbon (CFC), hidroklorofluorokarbon (HCFC), dan karbondioksida (CO2). Asal muasal BPO adalah kegiatan manusia.

Mulai dari penggunaan lemari es, pendingin ruangan, pengharum ruangan, peralatan kosmetik, cat semprot, semprot nyamuk, asap kendarakan bermotor, pabrik, penggunaan pupuk kimia, penebangan hutan, dan masih banyak lagi.

Dan dampaknya bisa menyebabkan pemanasan global yang memicu pencairan es di kutub, peningkatan tinggi permukaan air laut, tidak menentunya cuaca dan iklim, dan meningkatnya bencana alam. Selain itu juga bisa menyebabkan kanker kulit, katarak mata, dan rusaknya biota laut karena peningkatan UV-8.

Penulis: Chalida Rahma Listy

Memperingati Hari Solidaritas Hijab Internasional 4 September

Senin, 6 Sept 2021            15.40 WIB
Emiliana I.  

Madu Features – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau yang biasa disingkat menjadi KBBI, hijab ialah kain yang digunakan untuk menutupi muka dan tubuh wanita muslim sehingga bagian tubuhnya tidak terlihat.

Mengingat tanggal 4 September ditetapkan sebagai Hari Solidaritas Hijab Internasional, kami sepakat dan tertarik dalam mengusung tema mengenai reaksi non-muslim ketika mengenakan hijab.

Melihat dari sumber-sumber audio visual social experiment yang telah diamati, tidak sedikit non-muslim yang tertarik untuk mencoba mengenakan hijab.

Dilihat pada reaksi mereka, tidak jarang untuk melontarkan reaksi positif terhadap hijab, seperti ini kira-kira:

It’s comfortable!” (terj: ini nyaman!)

Interesting!” (terj: menarik!)

It’s so beautiful!” (terj: ini sangat cantik!)

I like it!” (terj: aku suka ini!)

It’s nice!” (terj: ini bagus!)

Serta reaksi-reaksi positif lainnya.

Dan jika kamu tertarik untuk melihat reaksinya serta berminat untuk menonton, aku akan taruh beberapa link video di bawah ini ya!

Semoga bermanfaat!

Hari Aksara Yang Diperingati Setiap 8 September

Ilustrasi Literasi (Sumber: Primaindisoft)

Madu Sehat, Bandung – Hari Literasi Internasional atau Hari Aksara Internasional/Sedunia atau Hari Melek Huruf Internasional, yang diperingati setiap tanggal 8 September, merupakan hari yang diumumkan oleh UNESCO pada 17 November 1965 sebagai peringatan untuk menjaga pentingnya melek huruf bagi setiap manusia, komunitas, dan masyarakat (Wikipedia). Hari Aksara Internasional juga sering disingkat HAI.

Hari Aksara Internasional pertama kali digelar pada 1967. Pada waktu itu Iran mengusulkan agar UNESCO memberi hadiah literasi internasional kepada orang-orang yang berjasa dalam melawan buta huruf.

Usulan ini pertama kali masuk dalam konferensi tentang pemberantasan buta huruf di Teheran, Iran pada 8-19 September 1965. Kemudian Konferensi Umum UNESCO pada Oktober 1966 menetapkan 8 September sebagai Hari Aksara Internasional. Dan kemudian setiap tahunnya, masyarakat internasional rutin memperingatinya.

Tujuan adanya Hari Aksara adalah sebagai penghargaan kepada pihak yang turut andil menekan angka buta aksara di seluruh dunia. Juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya aksara atau literasi.

Dilihat dari kemdikbud.go.id, peringatan Hari Aksara Indonesia (HAI) ke-56 tahun 2021 mengambil tema ”Literacy for a human-centred recovery: Narrowing the digital divide”. Pada peringatan HAI tahun ini, Kemendikbudristek mengangkat tema “Digital Literacy for Indonesia Recovery”.

Peringatan HAI ke-56 diselenggarakan sebagai wujud komitmen Indonesia dalam pengentasan buta aksara dan melaksanakan komitmen internasional yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Untuk memeriahkan HAI yang ke-56 ini, serangkaian acara pendukung HAI juga telah disiapkan antara lain dimulai pada Bulan Mei s.d. September 2021, yakni Apresiasi Pendidikan Keaksaraan, Festival Literasi Indonesia, Taklimat Media, Festival Pendidikan Kesetaraan, serta Gelar Wicara.

Sementara itu, puncak peringatan HAI ke-56 akan diselenggarakan pada tanggal 8 September 2021 melalui webinar dan disiarkan secara langsung melalui sosial media Kemdikbudristek, TV Edukasi, dan media sosial Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus. Webinar akan dihadiri oleh Mendikbudristek, perwakilan UNESCO Paris dan Jakarta, serta para pelaku pendidikan keaksaraan dan literasi masyarakat.

Penulis: Chalida Rahma Listy

Selamat Hari PMI ke-76! Bagaimana Kabar Ekskul PMR 12? Berikut Liputannya!

Ilustrasi Palang Merah Indonesia (Sumber: https://contohposter.com/terbaru/contoh-poster-pmr/contoh-poster-pmr-pmr-gahita)

Madu News, Bandung – Jumat, 3 September 2021 adalah Hari Palang Merah Indonesia (PMI) ke-76. Hari ini memperingatkan kita akan jasa PMI dalam tugasnya menyelamatkan nyawa jutaan orang setiap harinya. Terlebih di masa pandemi seperti ini.

Di Hari 3 September, ekskul Palang Merah Remaja SMAN 12 Bandung (PMR 12) biasanya mengikuti perlombaan yang diadakan oleh PMI dan ikut serta menyebarkan kesadaran Hari PMI dengan membuat poster serta membagikan postingan untuk warga dua belas.

Namun mempertimbangkan masa pandemi saat ini, PMR 12 belum melakukan banyak kegiatan. Kiranya mengapa alasannya dan bagaimana kabar ekskul PMR 12? Berikut liputannya.

Apa saja kesulitan yang dihadapi PMR 12 di masa pandemi ini?

Kesulitan yang dihadapi PMR 12 di masa pandemi sama seperti ekskul lainnya yaitu terbatasnya kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu karena sekarang kegiatan harus dilaksanakan secara daring, latihannya pun lebih sulit karena di PMR terdapat banyak praktek. Misalnya pertolongan pertama, mitigasi bencana, dan perawatan keluarga,” kutip perwakilan PMR 12.

Apa tanggapan PMR 12 mengenai rencana SMAN 12 menyelenggarakan pembelajaran tatap muka pada bulan Oktober?

PMR 12 setuju dengan adanya pembelajaran tatap muka karena akan sangat membantu dalam proses pembelajaran dan dapat melakukan kegiatan ekstrakurikuler lebih maksimal. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan,” respon perwakilan PMR 12.

Sebelum pandemi COVID-19, kegiatan PMR 12 di antaranya adalah melaksanakan demo ekskul, JUMBARA (Jumpa Bakti Gembira, yaitu program tahunan yang diselenggarakan oleh PMI Kota Bandung sebagai ajang bertemu anggota PMR se-kota Bandung.), Hiking, Donor Darah, LDK, dan Silaturahmi Bersama Alumni.

Penulis: Helmi Zaidan