Hari Aksara Yang Diperingati Setiap 8 September

Sep 6, 2021 Berita

Ilustrasi Literasi (Sumber: Primaindisoft)

Madu Sehat, Bandung – Hari Literasi Internasional atau Hari Aksara Internasional/Sedunia atau Hari Melek Huruf Internasional, yang diperingati setiap tanggal 8 September, merupakan hari yang diumumkan oleh UNESCO pada 17 November 1965 sebagai peringatan untuk menjaga pentingnya melek huruf bagi setiap manusia, komunitas, dan masyarakat (Wikipedia). Hari Aksara Internasional juga sering disingkat HAI.

Hari Aksara Internasional pertama kali digelar pada 1967. Pada waktu itu Iran mengusulkan agar UNESCO memberi hadiah literasi internasional kepada orang-orang yang berjasa dalam melawan buta huruf.

Usulan ini pertama kali masuk dalam konferensi tentang pemberantasan buta huruf di Teheran, Iran pada 8-19 September 1965. Kemudian Konferensi Umum UNESCO pada Oktober 1966 menetapkan 8 September sebagai Hari Aksara Internasional. Dan kemudian setiap tahunnya, masyarakat internasional rutin memperingatinya.

Tujuan adanya Hari Aksara adalah sebagai penghargaan kepada pihak yang turut andil menekan angka buta aksara di seluruh dunia. Juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya aksara atau literasi.

Dilihat dari kemdikbud.go.id, peringatan Hari Aksara Indonesia (HAI) ke-56 tahun 2021 mengambil tema ”Literacy for a human-centred recovery: Narrowing the digital divide”. Pada peringatan HAI tahun ini, Kemendikbudristek mengangkat tema “Digital Literacy for Indonesia Recovery”.

Peringatan HAI ke-56 diselenggarakan sebagai wujud komitmen Indonesia dalam pengentasan buta aksara dan melaksanakan komitmen internasional yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Untuk memeriahkan HAI yang ke-56 ini, serangkaian acara pendukung HAI juga telah disiapkan antara lain dimulai pada Bulan Mei s.d. September 2021, yakni Apresiasi Pendidikan Keaksaraan, Festival Literasi Indonesia, Taklimat Media, Festival Pendidikan Kesetaraan, serta Gelar Wicara.

Sementara itu, puncak peringatan HAI ke-56 akan diselenggarakan pada tanggal 8 September 2021 melalui webinar dan disiarkan secara langsung melalui sosial media Kemdikbudristek, TV Edukasi, dan media sosial Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus. Webinar akan dihadiri oleh Mendikbudristek, perwakilan UNESCO Paris dan Jakarta, serta para pelaku pendidikan keaksaraan dan literasi masyarakat.

Penulis: Chalida Rahma Listy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *