Madu Sehat

Hari Orang Tua Sedunia

ADA APA SI DENGAN 1 JUNI?

Madu News Bandung– Haiii bees!!! Kalian tauga sih kalau 1 juni bukan hanya diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila, tapi 1 Juni bagi warga dunia menyimpan setidaknya tiga peringatan hari yang penting. Yang pertama yaitu peringatan Hari anak-anak Internasional, Kedua, peringatan Hari susu Sedunia. Ketiga, hari orang tua sedunia. Nah kali ini kita akan memberitahu kalian dengan hari orang tua ini!! Yuukk simak bees!!!

SEJARAH HARI ORANG TUA

Kalian pasti belum tau bagaimana  sejarah hari ‘ORANG TUA’ . Nah sejarah ini bermula dari fokus PBB di tahun 1980-an yang mengangkat isu-isu berkaitan dengan keluarga. Isu-isu ini meluas pada masalah pentingnya kesejahteraan emosional dan mental seorang anak, dimana orang tua berperan penting dalam mengasuh dan mendidik anak dengan lingkungan yang positif dan suportif.

Kemudian pada tanggal 9 Desember 1989, Majelis Umum mengeluarkan resolusi yang menyatakan tahun 1994 dinyatakan sebagai Tahun Keluarga Internasional. Dalam resolusi lain pada tahun 1993, tanggal 15 Mei ditetapkan sebagai peringatan Hari Keluarga Internasional, setiap tahun. Baru pada 17 September 2012, PBB mendeklarasikan 1 Juni sebagai Hari Orang Tua Sedunia yang diperingati setiap tahun.

Peringatan Hari Orang Tua Sedunia ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya peran orang tua dalam memberikan perlindungan dan sarana yang dibutuhkan anak untuk berkembang secara positif. Bagaimanapun, orang tua adalah guru pertama dalam interaksi manusia yang dialami seorang anak. Setiap peringatan ini, diharapkan para pemimpin, orang tua, anak-anak, guru, dan organisasi keluarga berkumpul untuk mempromosikan pengasuhan yang efektif. Kampanye dan program pendidikan juga diselenggarakan secara luas untuk orang tua dan untuk mendorong stabilitas dalam keluarga inti.

Fakta Hubungan Orang Tua dan Anak

Setelah mengetahui sejarah Hari Orang Tua Sedunia yang diperingati setiap 1 Juni, berikutnya tak kalah penting untuk mengetahui beberapa fakta tentang hubungan orang tua dan anak. Fakta pertama, hubungan orang tua dan anak adalah hubungan permanen yang terjadi secara khusus karena adanya ikatan darah.

Sebagai orang dan lingkungan terdekat, interaksi antara orang tua dan anak juga lebih banyak dibandingkan interaksi sosial lainnya. Sebab, orang tua dan anak tinggal bersama dan menghabiskan waktu lebih banyak dibandingkan dengan lingkungan sosial lain.

Dalam keluarga, orang tua dianggap sebagai sosok panutan karena memiliki pengalaman hidup yang lebih banyak dibandingkan anak. Hal inilah yang menjadikan orang tua sebagai pemberi nasihat untuk setiap anak-anaknya dalam menjalani kehidupan.

Meskipun pada akhirnya anak akan menentukan jalan hidup di masa depan, termasuk membentuk keluarga mereka sendiri, namun hubungan orang tua dan anak tetap selamanya bertahan dan tidak lekang oleh waktu. Sehingga, ketika Anda sudah tinggal terpisah oleh orang tua, sempatkan waktu untuk terus terhubung dengan mereka selama masih hidup.

Cara Merayakan Hari Orang Tua Sedunia

Setelah kita mengetahui sejarah Hari Orang Tua Sedunia dan beberapa faktanya, terakhir kita akan memberikan rekomendasi bagaimana cara merayakan peringatan ini setiap tahun. Pada dasarnya, Hari Orang Tua Sedunia dapat dirayakan seperti peringatan Hari Ibu atau Hari Ayah. Dengan meluangkan waktu, memberikan hadiah kecil, bunga, dan lain sebagainya sebagai ucapan terima kasih.

Selain itu, Hari Orang Tua Sedunia juga dapat dirayakan dengan beragam cara lain yang tak kalah bermanfaat, yaitu sebagai berikut:

  • Mengedukasi diri tentang Hari Orang Tua Sedunia dengan membaca berbagai literasi, baik dari buku maupun internet.
  • Bagi orang tua, kita bisa bertukar pikiran dan berbagi pengalaman tentang cara pengasuhan anak yang baik dan efektif. Anda juga bisa berbagai tips pengasuhan untuk membantu satu sama lain.
  • Menonton film tentang orang tua dan anak bersama keluarga. Film ini dapat memberikan pelajaran dengan setiap kisah atau cerita yang disajikan.

Nah gitu bees kira-kira sejarah dan beberapa  pemberitahuan seputar hari orang tua ini! Jadi gimana? Kita jadi tau dong bahwasannya dai tanggal 1 juni ini, tidak hanya ada hari lahir Pancasila saja, tetapi banyak  hari besar juga didunia bees!!!

Artikel ini telah terbit di :

https://rembangbicara.pikiran-rakyat.com/internasional/pr-1044608412/1-juni-hari-apa-ternyata-ada-peringatan-hari-bocil-internasional-dan-hari-orang-tua-sedunia-cek-infonya

Adapun kami mencari beberapa referensi https://m.merdeka.com/jateng/sejarah-peringatan-hari-orang-tua-sedunia-berawal-dari-isu-mental-dan-emosional-anak-kln.html?page=2&page=4

Ada Apa di Tanggal 1 Juni ?

(Sumber : tribunnews.com )

Madu Sehat, Bandung – Ada apa sih di tanggal 1 Juni ?

Ditanggal 1 Juni ini adalah hari lahirnya Pancasila loh! Nahh sekarang aku bakal kasih tau kalian gimana sih awal mulanya tanggal 1 Juni bisa diperingati dengan Hari Lahirnya Pancasila.

Berawal dari kekalahan Jepang pada perang pasifik. Jepang kemudian berusaha mendapatkan hati masyarakat dengan menjanjikan kemerdekaan kepada Indonesia dan membentuk sebuah Lembaga yang tugasnya untuk mempersiapkan kemerdekaan tersebut. Lembaga ini dinamai Dokuritsu Junbi Cosakai atau BPUPKI. Pada sidang pertamanya di tanggal 29 Mei 1945 yang diadakan di Gedung Chuo Sangi In (sekarang Gedung Pancasila), para anggota membahas mengenai tema dasar negara. Setelah 5 hari sidang berjalan, pada tanggal 1 Juni 1945 Presiden pertama Republik Indonesia, yaitu Soekarno menyampaikan pidato yang mengemukakan konsep awal pancasila sebagai dasar negara Indonesia.

Setelah melalui beberapa proses Pancasila ankhirnya dapat disahkan pada sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945. Pada sidang tersebut, disetujui bahwa Pancasila dicantumkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara Indonesia yang sah.

Itu dia sejarah singkat dari diperingatinya 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila.

Penulis : Shafiqa Ramadhani

Senja tanpa Mu

Sore ini aku duduk di halaman belakang

Meminum kopi sembari melihat ilalang yang bergoyang

Mengamati suasana senja yang perlahan akan menghilang

Sembari merenungkan setiap momen yang akan terkenang

 

Dengan suara yang lembut dan tatapan teduhnya

kala itu ia berani mengucapkan janji

‘kan bersamaku dan menjaga ku, hingga akhir nanti’

 

Tapi kemudian, pelangiku pergi hari itu

Ia membawa seluruh canda dan tawaku

Lalu meninggalkan duka beserta luka untukku

Dan sejak hari itu, warna jingga di sore hari bukan lagi kesukaanku

 

(X-8)

Inilah hidup

Di dalam buku usang kepunyaanku, kelopak bunga terjatuh

Tercetak disana dan menjadi pertanyaan.

 

“membeli bunga, kering, ditampal di buku. Untuk apa?”

 

Dari pertanyaan yang bodoh itu tentu mendapat pertanyaan bodoh juga

 

“menjadi Tinker Bell yang ingin menciptakan dunia dongengnya sendiri dengan ketidaksempurnaan. Dunia nya yang tidak seperti Tir Na Nog, dunia yang cantik dan muda selamanya dalam cerita rakyat Irlandia. Dunia miliknya ini ada banyak pelengkap. sedih, kecewa, dan bahagia. Maka jadilah yang cukup.”

 

(Bunga Agdara dari XI MIPA 6)

Haruskah?

Dibalik mendung pasti ada hujan

Dibalik kedatangan pasti ada alasan

Detik menit yang berlalu adalah cerita

Akan ku pastikan ada makna didalamnya

Hati yang datang sepihak, bukan berarti harus memihak

Pemikiran yang dianggap sama, ternyata kita jauh berbeda

 

Bukan tentang kamu ataupun aku

Ini tentang kita, yang nyatanya tak sama

Bukan tentang memberikan pelajaran

Namun, bagaimana cara aku dan kamu memetik pelajaran dibalik cerita

Rasa syukur yang kau untai, terputuskan begitu saja

Haruskah ku samakan standar yang ada?

Sepertinya, tidak.

Karena aku terlalu bermekaran untuk kamu yang menguncup

 

(Annisa Shafa Camila dari X-9)

Air yang tak Jernih

Kau tahu itu busuk, tapi kau tetap memakannya

Kau tahu itu beracun, tapi kau tetap meminumnya

Aku yakin kau tahu itu

 

Kata orang jangan lakukan itu, tapi kau melakukannya

Kata orang jangan lewat situ, tapi kau terus melaju

Sesombong itukah dirimu kawan?

 

Kau melihat tetapi sebenarnya kau buta

Kau mendengar tetapi sebenarnya kau tuli

Berubahlah kawan, selagi masih ada kesempatan

Karena tak ada air yang tak jernih

 

(Achmad Rifal dari X-5)

Hari Kartini

Madu News, Bandung- Haloo Bees!!! kalian sudah tidak asing lagi bukan dengan foto tersebut? Siapa sih yang gak kenal sama tokoh pahlawan wanita yang satu ini! Yashh!! R.A Kartini  beliau ialah pahlawan wanita yang dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan Pribumi-Nusantara ia seorang aktivis Indonesia terkemuka yang mengadvokasi hak-hak perempuan dan pendidikan perempuan. Sebelum kita menggali sejarah tetang R.A Kartini lebih baik kita cari tahu biografinya terlebih dahulu yukk bees!!

Raden Adjeng Kartini atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini adalah seorang tokoh Jawa dan Pahlawan Nasional Indonesia. Beliau kelahiran 21 April 1879, Jepara dan wafat pada 17 September 1904, Rembang.

Raden Adjeng Kartini berasal dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan Jawa. Ia merupakan putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, seorang patih yang diangkat menjadi bupati Jepara segera setelah Kartini lahir. Kartini adalah putri dari istri pertama. Oleh orang tuanya, Kartini dijodohkan dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat yang sudah pernah memiliki tiga istri. Kartini menikah pada tanggal 12 November 1903. Suaminya mengerti keinginan Kartini dan Kartini diberi kebebasan dan didukung mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang, atau di sebuah bangunan yang kini digunakan sebagai Gedung Pramuka. Anak satu-satunya, Soesalit Djojoadhiningrat, lahir pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, 17 September 1904, Kartini meninggal pada usia 25 tahun.

Nah begitulah kira-kira bees biografi seputar beliau, kalo mendengar nama beliau tentu kita tidak asing dengan buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” sangat populer dikalangan masyarakat, semua berfikir bahwa buku itu ditulis oleh R.A Kartini. Tapi, sebenarnya buku tersebut disusun oleh  J.H Abendanon yang pada waktu itu menjabat menteri Hindia-Belanda dengan mengumpulkan surat-surat R.A Kartini di tahun 1911 yang kemudian diberi judul “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

 

Cita-cita memajukan perempuan Indonesia

RA Kartini masuk sekolah dasar eropa atau Europesche Lagere School (ELS) pada 1885. Anak pribumi yang diizinkan mengikuti pendidikan bersama anak-anak bangsa Eropa dan Belanda-Indo di ELS hanya anak pejabat tinggi pemerintah. Meskipun dari kalangan bangsawan, anak perempuan masuk sekolah dan keluar rumah merupakan langkah yang bertentangan dengan tradisi saat itu, seperti dikutip dari Pendidikan Feminis R.A. Kartini oleh Irma Nailul Muna. Sekolah di ELS, Kartini belajar dengan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar. Kemampuan bahasanya makin kuat karena rajin membaca buku dan koran berbahasa Belanda. Kartini juga belajar bercakap dengan bahasa Belanda sambil bermain dan menerima tamu bangsa Belanda yang datang ke Jepara.Siswa pribumi di ELS sering mendapatkan perlakuan diskriminatif seperti pandangan rendah dari sesama siswa dan guru dari Belanda. Perlakuan tersebut memacu semangatnya terus berprestasi agar bisa mengalahkan siswa lain. Meskipun mendapat perlakuan diskriminatif dari siswa dan guru dari Belanda, Kartini justru semangat memperoleh pengetahuan lebih banyak dan berprestasi. Dikutip dari buku Sisi Lain Kartini, ia menceritakan dirinya tengah belajar pemikiran pejuang wanita dari India Pundita Ramambai pada temannya, Nyonya Nelly Van Kol. “Tentang putri Hindia yang gagah berani ini telah banyak kami dengar. Saya masih bersekolah, ketika pertama kali mendengar tentang perempuan yang berani itu.

Ketika dengan semangat menyala-nyala saya membaca dia di surat kabar. Saya gemetar karena gembira: jadi bukan hanya untuk perempuan berkulit putih saja ada kemungkinan untuk merebut kehidupan bebas bagi dirinya! Perempuan Hindia berkulit hitam, jika bisa membebaskan, memerdekakan diri.” Namun setelah lulus ELS, Kartini dilarang ayahnya melanjutkan pendidikan di HBS Semarang. Saat itu, tradisi bangsawan mewajibkan anak usia 12 tahun yang sudah dianggap dewasa untuk dipingit. Saat dipingit, anak perempuan tidak boleh keluar rumah, termasuk ke sekolah, karena harus menyiapkan diri untuk menikah dan menjadi ibu rumah tangga. Karena itu, Kartini juga tidak mendapat izin untuk lanjut sekolah di Belanda seperti tawaran orang tua Letsy, temannya. Ia lalu dipaksa belajar aturan putri bangsawan, seperti berbicara dengan suara halus dan lirih, berjalan setapak dan menundukkan kepala jika anggota keluarga yang lebih tua lewat. Kartini yang dipingit mengesampingkan kekecewaannya tidak lanjut sekolah dengan membaca dan mencatat. Sejumlah catatannya termasuk pandangan hidup yang bisa dicontoh, jiwa dan pemikiran besar, dan perilaku yang baik. Ia juga berkirim surat pada sahabatnya untuk mempelajari pemikiran baru dan menyampaikan keinginannya tentang dunia pendidikan di daerahnya. Terjemahan surat-surat Kartini kelak membuka bahwa dirinya punya berbagai gagasan untuk mengangkat derajat kaum perempuan bumiputera di dunia internasional lewat pendidikan.  Selama dalam pingitan, Kartini tetap bermimpi bisa meneruskan pendidikannya. Dia mulai aktif menyurati teman-temannya yang berada di Belanda.  Melalui kegiatan tersebut, Kartini menunjukkan ketertarikan dengan kehidupan dan cara berpikir perempuan di Eropa. Selain surat, ketertarikan Kartini juga datang dari kegemarannya membaca surat kabar, majalah, dan buku.  Melansir dari laman resmi Museum Kartini, teman surat-menyurat Kartini adalah Estelle “Stella” Zeehandellar, Nyonya Hilda, dan Rosa Abendanon.  Melalui suratnya, Kartini menceritakan bagaimana perempuan Jawa tidak bisa bersekolah karena tuntutan tradisi.  Kartini bermimpi agar perempuan pribumi dapat mengenyam pendidikan setinggi mungkin tanpa terbatas dengan tradisi.  Tradisi inilah yang membuat Kartini batal mendapatkan beasiswa ke Belanda. Beasiswa tersebut akhirnya dialihkan kepada K.H. Agus Salim, seorang pemuda cerdas asal Bukittinggi.  Kartini dikenal dengan surat-suratnya dengan sejumlah orang di Belanda. Sejumlah surat di antaranya mengungkapkan bagaimana Kartini ingin memperluas pengetahuannya tentang berbagai pemikiran. Salah satu suratnya diterjemahkan Armijn Pane dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang:

“Kami, gadis-gadis masih terantai kepada adat istiadat lama, hanya sedikitlah memperoleh bahagia dari kemajian pengajaran itu. Kami anak perempuan pergi belajar ke sekolah, keluar rumah tiap-tiap hari, demikian itu saja sudah dikatakan amat melanggar adat.” (Surat kepada Nona Zeehandelaar, Jepara, 25 Mei 1899) “Saya tiada tahu berbahasa Prancis, Inggris, dan Jerman, sayang! –Adat sekali-kali tiada mengizinkan kami anak gadis tahu berbahasa asing banyak-banyak—kami tahu berbahasa Belanda saja, sudah melampaui garis namanya. Dengan seluruh jiwa saya, saya ingin pandai berbahasa yang lain-lain itu, bukan karena ingin akan pandai bercakap-cakap dalam bahasa itu, melainkan supaya dapat membaca buah pikiran penulis-penulis bangsa asing itu.” (Surat kepada Nona Zeehandelaar, Jepara, 25 Mei 1899)

Surat-surat Kartini kelak diterjemahkan dalam berbagai bahasa untuk pembaca di Eropa, Asia, hingga Amerika lewat buku kumpulan surat Kartini oleh J.H. Abendanon, Door Duisternis tot Licht.

Gagasan Kartini untuk membangkitkan pengetahuan dan pendidikan perempuan juga ia terapkan sehari-hari. Ia mempelajari dan memahami pemikiran emansipasi yang berkembang di negara-negara lain. Berangkat dari pengetahuannya, ia kelak bercita-cita mendirikan sekolah bagi perempuan dan menjadi guru. Kartini pernah berupaya mencari beasiswa dengan mengirim surat pada sahabatnya Nyonya Ovink Soer. Peluang mendapatkan pendidikan sedikit terbuka saat pemerintah Belanda mengumumkan politik kolonial baru pada September 1901.

Kelak Ratu Wilhelmina dalam sidang parlemen memproklamasikan politik etis yang mengharuskan pemerintah untuk menyejahterakan masyarakat jajahan di Hindia Belanda. Gagasan emansipasi dan cita-cita Kartini untuk maju dengan pendidikan mulai jadi perhatian pemerintah Hindia Belanda.

Abendanon terkesan dengan penjelasan Kartini yang menyarankan pembukaan pendidikan kejuruan agar perempuan terampil dan mandiri, tidak bergantung kepada laki-laki. Tetapi, sebagian besar bupati menolak surat edaran Abendanon tentang kostschool dengan alasan aturan adat bangsawan tidak mengizinkan anak perempuan dididik di luar.

Kelak saat diundang ke Batavia oleh Abendanon, Kartini ditawari Direktur HBS Batavia Nona Van Loon untuk melanjutkan studi di sekolahnya. Saat itu, ayah Kartini juga mengizinkannya untuk melanjutkan studi menjadi guru. Kendati pendirian kotschol terhambat, keinginan Kartini atas pendidikan demi menyamakan derajat laki-laki dan perempuan sampai di telinga anggota parlemen Belanda, Van Kol. Ia lalu menawari Kartini untuk sekolah di Belanda bersama adiknya Roekmini dengan biaya pemerintah. Tetapi atas bujukan dan tekanan orang bumiputra dan keluarga Abendanon, ia urung ke Belanda. Kartini dan adiknya lalu memutuskan membuka sekolah untuk anak-anak gadis pada Juni 1903. Sekolah Kartini menekankan pembinaan budi pekerti dan karakter anak sehingga suasana sekolah diciptakan seperti suasana di rumah.

Sekolah berlokasi di pendopo kabupaten. Kegiatan belajar mengajar berlangsung empat hari seminggu, Senin-Kamis. Murid belajar 4,5 jam sehari, pukul 8 pagi-12.30 siang. Kartini banyak menghabiskan waktu memikirkan pengelolaan sekolah barunya karena minat masyarakat yang ingin menyekolahkan anaknya bertambah.

 

Nah begitulah kira-kira bees sejarah or story dari pahlawan wanita kita yaitu RA.Kartini, banyak sekali keteladanan yang bisa kita ambil bukan? Ilmu bagai penerang jalan kehidupan. Bangkitlah para perempuan, kita adalah tonggak peradaban yang melahirkan generasi-generasi hebat di masa mendatang!!

 

 

Artikel ini telah terbit di https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6042815/hari-kartini-kelahiran-sejarah-singkat-dan-perjuangan-ra-kartini

Adapun kami mencari beberapa referensi https://youtu.be/Tpx_IErC2Jo

https://caritahu.kontan.co.id/news/biografi-singkat-ra-kartini-pahlawan-emansipasi-perempuan-indonesia

LITERASI

ilustrasi sumber (dreamstim.com)

Madu Sehat, Bandung- Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu, yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Tahukah kamu? bahwa  berdasarkan rata-rata Indeks Aktivitas Literasi Membaca (Alibaca) yang disusun oleh Kementrian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud) pada tahun 2019, poin Alibaca di Indonesia masih tergolong rendah di mana hanya 37,32 dari 100.

Namun, pada tahun 2020, Perpusnas (Perpustakaan Nasional) kembali melakukan kajian indeks kegemaran membaca dengan melibatkan 10.200 responden di 34 Provinsi. Dan didapatkan bahwa  kegemaran membaca masyarakat Indonesia meningkat menjadi 55,74 dari 100.

Untuk lebih menigkatkan literasi di Indonesia, berikut beberapa tips yang dapat membantu kita rajin membaca :

  1. Selalu membawa buku

Mungkin hal ini enggak akan terlalu berhasil awalnya, namun dengan selalu membawa buku saat kita berpergian, bisa jadi akhirnya muncul niat untuk membacanya.

  1. Mendengarkan Audiobook

Mendengarkan buku online juga dapat membuat kita membaca lebih cepat, karena kita banyak mendengarkan.

  1. Mendata buku yang dibaca

Mendata buku-buku yang sudah maupun yang sedang kita baca dalam sebuah daftar akan memberikan motivasi. Motivasi ini akan membuat kita lebih banyak membaca.

  1. Bergabung dengan komunitas

Bergabung dengan komunitas pencinta buku adalah saran yang tepat agar kita dapat membaca buku lebih banyak. Sebab, bertemu dengan orang-orang yang suka membaca buku dapat mendorong kita untuk lebih termotivasi membaca buku, dan membuat kita tetap pada jalurnya.

  1. Membaca buku setiap hari

Buatlah target untuk membaca buku setiap harinya. Jadikan membaca buku setiap hari sebagai kebiasaan, minimal membaca 5 atau 50 halaman per hari.

  1. Membaca sebelum tidur

Selain membuat kita rajin membaca, membaca buku sebelum tidur juga dapat membuat kita lebih mudah tidur.

  1. Jangan baca buku yang enggak menarik

Buku yang enggak menarik hanya akan membuat niat kita setengah-setengah dalam membacanya dan akan membuat kita malas membaca dan menganggap semua buku itu membosankan.

Sumber : yoursay.id dan cewekbanget.grid.id

https://yoursay.suara.com/kolom/2022/01/17/142517/pentingnya-literasi-mengantar-generasi-penerus-bangsa-memajukan-negara

https://cewekbanget.grid.id/read/062500293/malas-baca-buku-10-tips-mudah-ini-bisa-membantu-kita-rajin-membaca?page=all

Penulis : Shafiqa Ramadhani