Author: Madu Sehat

29 September Hari Jantung Sedunia, Ini Dia Cara Menjaga Jantung Agar Tetap Sehat

(Sumber: kemkes.go.id)

Madu Sehat, Bandung – Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, angka penyakit jantung semakin meningkat dari tahun ke tahun dengan prevalensi penyakit jantung di Indonesia sebesar 1,5%. Artinya, 15 dari 1000 orang Indonesia menderita penyakit jantung. Karena itu sangat penting bagi kita untuk menjaga kesehatan jantung.

Dilansir dari laman kemkes.go.id, berikut 7 hal sederhana yang bisa dilakukan agar jantung tetap sehat:

  1. Tetap Aktif

Tubuh yang aktif dan rutin melakukan olahraga adalah bagian utama dari cara menjaga jantung agar tetap sehat. Rutin berolahraga selama 30 menit sehari selama lima hari seminggu akan meningkatkan kesehatan jantung dan membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Lakukan aktivitas fisik apa pun yang menggerakkan tubuh dan membakar kalori. Ini termasuk berjalan kaki, jogging, berenang, bersepeda, dan lainnya.

2. Jangan Merokok

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh British Heart Foundationmerokok dapat membuat bahan kimia yang terdapat di dalamnya melekat pada dinding arteri. Kondisi ini membuat sistem kerja arteri yang membawa darah ke jantung tersumbat dan dapat menyebabkan serangan jantung.

Selain melindungi diri sendiri, berhenti merokok juga melindungi orang sekitar dari bahaya asap rokok.

3. Atur Berat Badan

Menurut para peneliti, kelebihan berat badan itu sendiri mungkin tidak akan meningkatkan risiko penyakit jantung secara langsung, melainkan berkembang seiring berjalannya waktu melalui mekanisme seperti peningkatan tekanan darah dan glukosa tinggi.

4. Mengonsumsi Makanan Yang Kaya Akan Serat

Untuk menjaga jantung kita tetap sehat, kita bisa mengonsumsi ikan, kacang, biji-bijian utuh, yoghurt, buah-buahan, serta sayuran.

5. Kurangi Pemakaian Garam

Menurut Dr. Laffin, garam dalam jumlah kecil sudah dapat memenuhi kebutuhan tubuh kita. Dia menyarankan untuk menjaga asupan garam di bawah 2.300 mg per hari yang sama dengan satu sendok teh garam.

Jika kita mengonsumsi garam berlebihan, itu bisa menyebabkan retensi cairan yang dapat meningkatkan tekanan darah, yang dimana tekanan darah tinggi menjadi faktor utama serangan jantung.

6. Konsumsi Ikan

Ikan mempunyai kandungan asam lemak omega 3 yang sangat baik untuk jantung. Fungsinya bisa mengurangi kadar lemak dalam darah sehingga mengurangi risiko penyakit jantung.

7. Kurangi Konsumsi Lemak Jenuh

Lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL yang dimana kolesterol tinggi dapat memicu risiko penyakit jantung.

Itulah cara-cara yang bisa dilakukan agar jantung kita tetap sehat. Mari kita lebih perhatikan kesehatan jantung kita, agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit yang tidak diinginkan.

Penulis: Chalida Rahma Listy

Mari Mengenal Sejarah Telepon!

Oleh Liputan6 pada 25 Okt 2016, 07:12 WIB

Ilustrasi telepon
Sumber gambar: m.liputan6.com (link tertera di bawah).

Madu Features – Penemuan telepon membawa kita pada penemunya, yakni Antonio Meucci. Berkat pria berkebangsaan Italia ini, manusia dapat saling berkomunikasi di mana pun dan kapan pun.

Telepon di zaman dahulu masih menggunakan kabel dengan tombol nomor berbentuk bundar (rotary dial). Seiring berjalannya waktu, bentuk dan fungsi telepon mengalami perubahan yang signifikan.

Kini fungsi telepon tak hanya sekadar untuk berkomunikasi, tetapi juga untuk aktivitas hiburan. Apalagi, kini semua orang sangat terikat dengan telepon genggam untuk kegiatan sehari-hari.

Lalu, seperti apa perubahan telepon selama 140 tahun terakhir ini? Yuk, ikuti perjalanannya dari masa ke masa, seperti dilansir dari Slate, berikut ini:

1. Bell Telephone (1876)

Telepon ini pertama kali dibuat oleh Alexander Graham Bell di mana saat sedang itu dipamerkan di Pameran Centennial di Philadelphia.

Produk ini merupakan percobaan laboratorium. Jarum transmisi dan asam sulfat menghasilkan getaran suara ke penerima gelombang elektromagnetik.

2. Telepon di Abad 19 (1890)

Bentuk telepon mulai berubah menjadi demikian dan turut menjadi penanda berkembangnya teknologi di abad ke -19.

Pada telepon sebelumnya mendengar dan berbicara dilakukan di perangkat yang sama, sedangkan pada telepon ini, penelepon harus menggunakan perangkat yang berbeda.

3. Western Electric 302 (1937)

Operator Amerika Serikat (AS), AT&T mengeluarkan model telepon dengan model rotary dial dan gagang telepon tersambung kabel. Lewat telepon ini, AT&T memonopoli sistem telepon di negaranya. Telepon ini dirancang dibuat oleh desainer terkenal Henry Dreyfuss.

 4. The Trimline (1965)

Ini adalah model terakhir yang dikeluarkan AT&T. Pada rancangan ini, tombol nomor disematkan langsung ke telepon tersebut. Sebelumnya, telepon biasanya diletakkan di dapur karena memiliki kabel panjang.

Perubahan signifikan ini terjadi karena penambahan tombol bintang (*), tagar (#), dan tombol dial untuk pengulangan telepon ke nomor sama. Selain itu, tombol angka juga bertambah menjadi 12 digit.

Era Telepon Genggam

5. Cordless Phones (1980)

Tahun 1980 menjadi era berakhirnya telepon dengan kabel. Di tahun tersebut, telepon tanpa kabel mulai populer.

6. The Motorola DynaTAC (1983)

Jika Anda lihat, telepon buatan Motorola ini tidak memiliki kabel, dan hanya memiliki antena. Bodinya juga bongsor. Namun, di masa itu, ponsel ini justru sering muncul di berbagi iklan hingga film Wall Street tahun 1987.

Ponsel ini dirancang oleh Rudy Krolopp dan dipasarkan pada 1984 seharga US$ 4.000.

7. Motorola StarTAC (1996)

Satu dekade setelahnya, Motorola merilis kembali merilis telepon, yakni StarTAC. Bedanya, telepon ini merupakan telepon genggam yang dapat digunakan secara mobile, dan memiliki layar.

8. Smartphone

Dalam perjalanannya hingga abad ke-21, telepon mengalami perubahan sangat signifikan jika dibandingkan pada saat telepon pertama kali ditemukan.

Telepon di era modern bertranformasi menjadi sebuah perangkat pintar yang dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, yakni smartphone.

Smartphone tak lagi memiliki tombol fisik, hanya layar sentuh yang dilengkapi dengan tombol virtual. Untuk berkomunikasti pun, orang-orang tak hanya bisa menelepon dan berkirim pesan, tetapi lewat internet.

Kecanggihan teknologi smartphone membuat orang dapat saling berkomunikasi meskipun lokasinya sangat jauh.

(Reihan Maulida/Cas)

Artikel ini telah dipublikasikan oleh m.liputan6.com pada tanggal 25 Oktober tahun 2016. Berikut link dari artikel tersebut:

https://m.liputan6.com/tekno/read/2632116/menyimak-perjalanan-telepon-dari-masa-ke-masa

INCOMING: Calon Ketua Osis SMAN 12 Bandung 2021-2022!

Foto-foto keenam bakal calon ketua osis SMAN 12 Bandung 2021-2022 (Sumber: Dokumentasi Sekolah)

Madu News, Bandung – Seperti yang ada di thumbnail, terdapat enam bakal calon ketua osis SMAN 12! Nama mereka dari kiri ke kanan ada Deika, Raghib, Aznaya, Alisa, Anggun, dan Viyata.

Saat ini, keenam bakal calon ketua osis tersebut sedang menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Setelah itu, mereka akan disaring lagi menjadi tiga calon ketua osis. So stay tuned untuk hasil penyaringannya!

Penulis: Helmi Zaidan

Kesadaran Demokrasi di Indonesia dalam Siswa-siswi 12

Ilustrasi Suasana Demokrasi (Sumber: https://www.dosenpendidikan.co.id/demokrasi-adalah/)

Madu News, Bandung – Selamat Hari Demokrasi Internasional! Hari Demokrasi Internasional yang diperingati setiap 15 September ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap situasi demokrasi yang pernah maupun sedang terjadi di dunia.

Membahas soal demokrasi, bagaimanakah kesadaran siswa-siswi di SMAN 12 Bandung akan demokrasi di Indonesia, terlebih di saat pandemi seperti ini? Mari simak hasil survey berikut!

Berdasarkan survey bersampel 24 responden yang telah dilakukan, Meskipun sebagian besar siswa-siswi SMAN 12 belum mempunyai partai politik pilihan yang sesuai dengan hati nurani, siswa-siswi SMAN 12 tetap tertarik untuk menggunakan hak pilih dalam pemilu baik di tingkat daerah maupun pemerintah pusat. Hal ini terbukti dengan sebagian besar siswa-siswi memiliki tokoh idola calon pemimpin maupun politik.

Tidak hanya partai saja, sebagian besar siswa-siswi SMAN 12 juga sudah sadar betul akan fungsi lembaga perwakilan rakyat di Indonesia. Hal ini ditandai dengan hampir semua siswa-siswi SMAN 12 dapat menjawab pertanyaan seputar demokrasi di Indonesia dengan benar serta terdapat sebagian yang mengikuti pemberitaan mengenai pemilu yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2024.

Hal tersebut membuktikan kesadaran demokrasi di Indonesia dalam siswa-siswi SMAN 12 yang baik terlebih ketika lebih dari setengah siswa-siswi SMAN 12 tertarik untuk membaca berita bertema politik.

Penulis: Helmi Zaidan

Nabilla Menang Lagi!

Penulis: Emiliana I           Sen, 20 Sept 2021 | 18.50 WIB

Madu Features – Nabilla Nur Aprilliani atau yang kerap disapa Nabilla memenangkan kompetisi bela diri karate untuk yang ke sekian kalinya! Nabilla baru saja memenangkan Kejuaraan Nasional Sekoci Cup 4 dengan menyandang juara pertama.

Ketika ditanya perihal kiat-kiat untuk dapat menjadi juara, siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 12 Bandung ini menjawab bahwa latihan, latihan, dan latihan adalah caranya untuk menjadi juara seperti saat ini.

Untuk mendapatkan informasi mengenai kompetisi bela diri karate, Nabilla berkata bahwa ia dapat mengetahui informasi seputar kompetisi bela diri tersebut dari pelatihnya ataupun dari sosmed (akronim dari sosial media), namun setelahnya Nabilla menambahkan juga bahwa dirinya lebih banyak mendapatkan informasi kompetisi bela diri ini dari pelatihnya.

Tidak heran jika Nabilla dapat menduduki peringkat yang besar di bela diri yang tengah ia geluti. Nabilla gigih sekali berlatih untuk terus meningkatkan kemampuannya, loh! Seperti yang kita sudah ketahui tadi, Nabilla berkata bahwa latihan, latihan, dan latihan ialah kunci menjadi juara. Hmm, jadi pengen tahu jadwal latihan Nabilla itu seperti apa deh!

Siswi yang berusia lima belas tahun ini biasa berlatih bela diri karate di Kota Cimahi dengan jadwal empat kali dalam kurun waktu satu minggu. Tidak ayal jika Nabilla dinobatkan sebagai juara, setuju ‘kan teman-teman Madu Sehat sekalian?

Empat hari yang disebutkan di atas tadi ialah hari senin, hari Selasa, hari Sabtu, dan hari MInggu. Itu merupakan jadwal Nabilla untuk latihan karate. Padat sekali, ya? Belum lagi hari Sabtu yang kata Nabilla latihannya itu biasa dilakukan sebanyak dua kali, baik pada pagi hari juga sore harinya. Waah, produktif banget gak sih teman kita ini?

Nabilla tetap semangat berlatih meskipun — seperti yang kita tahu – situasi saat ini sedang tidak baik-baik saja. Nabilla juga tetap menjaga produktivitasnya untuk terus maju. Yap, itu keren banget dan di sisi lain sosok Nabilla itu inspiratif sekali!

Nah, sekarang mari kita bahas mengenai perbedaan ketentuan prosedur dalam kompetisi bela diri ini baik setelah ataupun sebelum adanya pandemi.

Jadi teman-teman semuanya, Nabilla bilang bedanya antara kompetisi bela diri karate setelah dan sebelum pandemi itu cukup kentara buat Nabilla sendiri, loh! Saat itu — sebelum pandemi ini terjadi — biasanya para peserta dilihat dan dinilai secara langsung (face to face) oleh juri iya, ‘kan?Berbanding terbalik dengan kondisi saat ini, Nabilla berkata bahwa untuk dinilai oleh juri, peserta cukup mengirimkan video atau melakukan panggilan dan memeragakan gerakannya melalui aplikasi zoom meeting.

Membahas tentang perbedaan tersebut, Nabilla berkata bahwa tidak ada yang lebih sulit baik secara offline ataupun secara online. Jika kompetisi itu dilakukan secara online kemudian menyadari bahwa ada gerakan yang salah, videonya dapat di-take ulang. Hal itu tidak mungkin dapat dilakukan dalam kompetisi yang diadakan secara offline.

Namun, jika kompetisi dilakukan secara offline, para peserta dapat merasakan euforia yang tinggi. Sorakan penonton, kehebohannya, serta kehisterisan untuk mendukung masing-masing peserta secara mental yang mana membagikan banyak sekali energi positif. Hal itu tidak terjadi jika kompetisi diadakan secara online.

Ternyata memang selalu ada dampak positif dan negatifnya tersendiri, ya?

Di luar kegiatannya dalam bela diri karate, Nabilla ternyata hobi menononton K-Drama atau juga biasa kita sebut dengan drakor (akronim dari drama Korea).

Tergambar jelas ya selain latihan dengan jadwal yang padat, Nabilla tetap beristirahat dan melakukan refreshing juga.

Ketika ditanya mengenai idola, Nabilla menjawab bahwa Sandra Sánchez Jaime ialah idolanya. For your information, sang idola ialah karateka yang berkebangsaan Spanyol, teman-teman!

And last but not least, mari kita lihat harapan Nabilla untuk ke depannya. Nabilla bilang kalau harapannya untuk ke depan adalah untuk terus berprestasi dan terus membanggakan kedua orang tuanya.

Aamiin, aamiin, aamiin!

Untuk Nabilla, semangat terus untuk tetap berkarya ya!

Selamat Hari Ozon Internasional!

Selamat hari ozon ke-36! (Sumber: tirto.id)

Madu Sehat, Bandung – Hari Ozon Internasional atau International Day For the Preservation of the Ozone Layer diperingati setiap tanggal 16 September setiap tahunnya.

Hari Ozon Internasional 2021 yang ke-36 tahun ini mengangkat tema ‘Keeping Us, Our Food and Our Vaccine Cool’. Berkaitan dengan tema tersebut, Hari Ozon Internasional 2021 diharapkan bisa membuat masyarakat dunia bersama-sama menyelamatkan bumi dari kerusakan lapisan ozon.

Sejarah Hari Ozon Internasional

Hari Ozon Internasional pertama kali diinisiasi pertama kali pada 1987 di konvensi Wina, Austria. Di akhir tahun 1970-an, para ilmuwan menemukan bahwa umat manusia telat membuat lubang besar pada lapisan ozon. Apabila lapisan tersebut berlubang semakin besar, itu akan mengancam kesehatan dan kelestarian kehidupan di muka bumi.

Berdasarkan sejarahnya, yang dikutip dari laman PBB, pemerintah dunia pun mengadopsi Konvensi Wina pada tahun 1985 untuk mengadakan upaya Perlindungan Lapisan Ozon. Konvensi ini melahirkan Protokol Montreal yang mengajak pemerintah, ilmuwan, dan industry untuk bekerja sama memotong 99% dari semua zat perusak ozon.

Apa itu ozon? Apa fungsi ozon?

Ozon adalah molekul gas yang tersusun dari tiga atom oksigen yang secara alami terdapat di atmosfer bumi dan menyerap radiasi sinar ultraviolet pada panjang gelombang tertentu.

Lapisan ozon mempunyai beberapa fungsi yaitu Melindungi Bumi dari sinar ultraviolet, melindungi permukaan bumi dari jatuhnya benda-benda langit, menjaga suhu bumi, dan mengatur porsi sinar ultraviolet yang masuk ke permukaan Bumi.

Penyebab dan dampak menipisnya ozon

Faktor Pemicu peningkatan penggunaan Bahan Perusak Ozon atau dikenal dengan istilah BPO. BPO terdiri dari kloroflorokarbon (CFC), hidroklorofluorokarbon (HCFC), dan karbondioksida (CO2). Asal muasal BPO adalah kegiatan manusia.

Mulai dari penggunaan lemari es, pendingin ruangan, pengharum ruangan, peralatan kosmetik, cat semprot, semprot nyamuk, asap kendarakan bermotor, pabrik, penggunaan pupuk kimia, penebangan hutan, dan masih banyak lagi.

Dan dampaknya bisa menyebabkan pemanasan global yang memicu pencairan es di kutub, peningkatan tinggi permukaan air laut, tidak menentunya cuaca dan iklim, dan meningkatnya bencana alam. Selain itu juga bisa menyebabkan kanker kulit, katarak mata, dan rusaknya biota laut karena peningkatan UV-8.

Penulis: Chalida Rahma Listy

Memperingati Hari Solidaritas Hijab Internasional 4 September

Senin, 6 Sept 2021            15.40 WIB
Emiliana I.  

Madu Features – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau yang biasa disingkat menjadi KBBI, hijab ialah kain yang digunakan untuk menutupi muka dan tubuh wanita muslim sehingga bagian tubuhnya tidak terlihat.

Mengingat tanggal 4 September ditetapkan sebagai Hari Solidaritas Hijab Internasional, kami sepakat dan tertarik dalam mengusung tema mengenai reaksi non-muslim ketika mengenakan hijab.

Melihat dari sumber-sumber audio visual social experiment yang telah diamati, tidak sedikit non-muslim yang tertarik untuk mencoba mengenakan hijab.

Dilihat pada reaksi mereka, tidak jarang untuk melontarkan reaksi positif terhadap hijab, seperti ini kira-kira:

It’s comfortable!” (terj: ini nyaman!)

Interesting!” (terj: menarik!)

It’s so beautiful!” (terj: ini sangat cantik!)

I like it!” (terj: aku suka ini!)

It’s nice!” (terj: ini bagus!)

Serta reaksi-reaksi positif lainnya.

Dan jika kamu tertarik untuk melihat reaksinya serta berminat untuk menonton, aku akan taruh beberapa link video di bawah ini ya!

Semoga bermanfaat!

Hari Aksara Yang Diperingati Setiap 8 September

Ilustrasi Literasi (Sumber: Primaindisoft)

Madu Sehat, Bandung – Hari Literasi Internasional atau Hari Aksara Internasional/Sedunia atau Hari Melek Huruf Internasional, yang diperingati setiap tanggal 8 September, merupakan hari yang diumumkan oleh UNESCO pada 17 November 1965 sebagai peringatan untuk menjaga pentingnya melek huruf bagi setiap manusia, komunitas, dan masyarakat (Wikipedia). Hari Aksara Internasional juga sering disingkat HAI.

Hari Aksara Internasional pertama kali digelar pada 1967. Pada waktu itu Iran mengusulkan agar UNESCO memberi hadiah literasi internasional kepada orang-orang yang berjasa dalam melawan buta huruf.

Usulan ini pertama kali masuk dalam konferensi tentang pemberantasan buta huruf di Teheran, Iran pada 8-19 September 1965. Kemudian Konferensi Umum UNESCO pada Oktober 1966 menetapkan 8 September sebagai Hari Aksara Internasional. Dan kemudian setiap tahunnya, masyarakat internasional rutin memperingatinya.

Tujuan adanya Hari Aksara adalah sebagai penghargaan kepada pihak yang turut andil menekan angka buta aksara di seluruh dunia. Juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya aksara atau literasi.

Dilihat dari kemdikbud.go.id, peringatan Hari Aksara Indonesia (HAI) ke-56 tahun 2021 mengambil tema ”Literacy for a human-centred recovery: Narrowing the digital divide”. Pada peringatan HAI tahun ini, Kemendikbudristek mengangkat tema “Digital Literacy for Indonesia Recovery”.

Peringatan HAI ke-56 diselenggarakan sebagai wujud komitmen Indonesia dalam pengentasan buta aksara dan melaksanakan komitmen internasional yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Untuk memeriahkan HAI yang ke-56 ini, serangkaian acara pendukung HAI juga telah disiapkan antara lain dimulai pada Bulan Mei s.d. September 2021, yakni Apresiasi Pendidikan Keaksaraan, Festival Literasi Indonesia, Taklimat Media, Festival Pendidikan Kesetaraan, serta Gelar Wicara.

Sementara itu, puncak peringatan HAI ke-56 akan diselenggarakan pada tanggal 8 September 2021 melalui webinar dan disiarkan secara langsung melalui sosial media Kemdikbudristek, TV Edukasi, dan media sosial Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus. Webinar akan dihadiri oleh Mendikbudristek, perwakilan UNESCO Paris dan Jakarta, serta para pelaku pendidikan keaksaraan dan literasi masyarakat.

Penulis: Chalida Rahma Listy

Selamat Hari PMI ke-76! Bagaimana Kabar Ekskul PMR 12? Berikut Liputannya!

Ilustrasi Palang Merah Indonesia (Sumber: https://contohposter.com/terbaru/contoh-poster-pmr/contoh-poster-pmr-pmr-gahita)

Madu News, Bandung – Jumat, 3 September 2021 adalah Hari Palang Merah Indonesia (PMI) ke-76. Hari ini memperingatkan kita akan jasa PMI dalam tugasnya menyelamatkan nyawa jutaan orang setiap harinya. Terlebih di masa pandemi seperti ini.

Di Hari 3 September, ekskul Palang Merah Remaja SMAN 12 Bandung (PMR 12) biasanya mengikuti perlombaan yang diadakan oleh PMI dan ikut serta menyebarkan kesadaran Hari PMI dengan membuat poster serta membagikan postingan untuk warga dua belas.

Namun mempertimbangkan masa pandemi saat ini, PMR 12 belum melakukan banyak kegiatan. Kiranya mengapa alasannya dan bagaimana kabar ekskul PMR 12? Berikut liputannya.

Apa saja kesulitan yang dihadapi PMR 12 di masa pandemi ini?

Kesulitan yang dihadapi PMR 12 di masa pandemi sama seperti ekskul lainnya yaitu terbatasnya kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu karena sekarang kegiatan harus dilaksanakan secara daring, latihannya pun lebih sulit karena di PMR terdapat banyak praktek. Misalnya pertolongan pertama, mitigasi bencana, dan perawatan keluarga,” kutip perwakilan PMR 12.

Apa tanggapan PMR 12 mengenai rencana SMAN 12 menyelenggarakan pembelajaran tatap muka pada bulan Oktober?

PMR 12 setuju dengan adanya pembelajaran tatap muka karena akan sangat membantu dalam proses pembelajaran dan dapat melakukan kegiatan ekstrakurikuler lebih maksimal. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan,” respon perwakilan PMR 12.

Sebelum pandemi COVID-19, kegiatan PMR 12 di antaranya adalah melaksanakan demo ekskul, JUMBARA (Jumpa Bakti Gembira, yaitu program tahunan yang diselenggarakan oleh PMI Kota Bandung sebagai ajang bertemu anggota PMR se-kota Bandung.), Hiking, Donor Darah, LDK, dan Silaturahmi Bersama Alumni.

Penulis: Helmi Zaidan

Melihat Sejarah Karate di Indonesia

18 Februari 2021, 20:20 WIB

Penulis: Any Hidayati Editor: Lily Indriyani

Madu Features – Buat para penggemar manga atau anime Jepang Detective Conan dan mengenal tokoh Ran Mori, tentu tak akan asing dengan olahraga beladiri karate.

Sama seperti Ran Mori, olahraga karate juga berasal dari Negeri Sakura. Tepatnya di Pulau Okinawa, bagian selatan Jepang.

Karate muncul untuk kali pertama, sekitar 1876 atau era Kerajaan Ryukyu. Lalu, mulai berkembang ke seluruh Jepang, awal abad ke-20.

Di Indonesia, karate mulai diperkenalkan oleh mahasiswa Tanah Air yang baru selesai menuntut ilmu di Negeri Sakura pada tahun 1963.

Saat itu, Baud A.D. Adikusumo yang juga mendalami karate dan mendapat sabuk hitam di Jepang, mengajak beberapa rekannya. 

Sebut saja, Mochtar Ruskan, Karianto Djojonegoro, dan Ottoman Noh, untuk mendirikan sebuah dojo alias tempat latihan.

Dengan bahu-membahu, akhirnya dojo karate pertama Indonesia berdiri di Jakarta, masih di tahun yang sama.

Setahun kemudian, tepatnya 10 Maret 1964, Adikusumo dan kawan-kawan yang membawa aliran karate Shotokan mendirikan induk karate nasional, Persatuan Olahraga Karate (PORKI).

Bala bantuan dari para alumni Tanah Air yang mencari ilmu di Jepang kemudian berdatangan di tahun-tahun awal pembentukan PORKI.

Adalah Setyo Harsono (pendiri dojo Gojukai), Anton Lesiangi, Sabeth Mukhsin, dan Chairul Taman yang turut mengembangkan karate hingga aliran nusantara makin beragam.

Para karateka, sebutan untuk atlet karate, asli Jepang pun kemudian berbondong-bondong melakukan misi menyebarkan lebih banyak lagi aliran dojo. 

Seperti Matsusaki (Kyushin Ryu, 1966), Ishi (Goju Ryu, 1969), Hayashi (Shito Ryu, 1971) dan Masutatsu Oyama (Kyokushinkai, 1967).

Sayang, semakin beragamnya aliran karate yang berkembang, perpecahan di dalam tubuh PORKI pun muncul.

Ketidakcocokan antara PORKI dengan para pengurus dojo membuat kemunculan induk olahraga tandingan.

PORKI kembali bersatu pada 1972 dengan nama anyar, yaitu FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) dan bertahan hingga saat ini.

Setengah abad berkembang di Indonesia, karate mencetak banyak karateka berprestasi di berbagai ajang nasional maupun internasional.

Misalnya, Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang, Rifki Ardiansyah Arrosyiid merebut medali emas untuk nomor kumite 60 kg putra.

Terbaru, FORKI akan mengirim lima karateka untuk mengikuti kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 yang akan berlangsung pada 23 Juli s.d. 8 Agustus mendatang.

Kelima karateka tersebut akan tampil dalam Karate Premier League di Rabat, Maroko, dan World Olympic Qualification Tournament di Paris, Prancis.

FORKI bertekad untuk meloloskan wakilnya ke Jepang sebagai saksi sejarah debut karate di level Olimpiade.

Artikel ini telah terbit di olahraga.skor.id dengan judul “Skorpedia: Sejarah Karate di Indonesia, Sebuah Perjalanan dari Negeri Sakura” pada tanggal 18 Februari 2021 pukul 20:20 WIB.

https://olahraga.skor.id/skorpedia-sejarah-karate-indonesia-sebuah-perjalanan-dari-negeri-sakura-01368127