Category: Berita

Selamat Hari Ozon Internasional!

Selamat hari ozon ke-36! (Sumber: tirto.id)

Madu Sehat, Bandung – Hari Ozon Internasional atau International Day For the Preservation of the Ozone Layer diperingati setiap tanggal 16 September setiap tahunnya.

Hari Ozon Internasional 2021 yang ke-36 tahun ini mengangkat tema ‘Keeping Us, Our Food and Our Vaccine Cool’. Berkaitan dengan tema tersebut, Hari Ozon Internasional 2021 diharapkan bisa membuat masyarakat dunia bersama-sama menyelamatkan bumi dari kerusakan lapisan ozon.

Sejarah Hari Ozon Internasional

Hari Ozon Internasional pertama kali diinisiasi pertama kali pada 1987 di konvensi Wina, Austria. Di akhir tahun 1970-an, para ilmuwan menemukan bahwa umat manusia telat membuat lubang besar pada lapisan ozon. Apabila lapisan tersebut berlubang semakin besar, itu akan mengancam kesehatan dan kelestarian kehidupan di muka bumi.

Berdasarkan sejarahnya, yang dikutip dari laman PBB, pemerintah dunia pun mengadopsi Konvensi Wina pada tahun 1985 untuk mengadakan upaya Perlindungan Lapisan Ozon. Konvensi ini melahirkan Protokol Montreal yang mengajak pemerintah, ilmuwan, dan industry untuk bekerja sama memotong 99% dari semua zat perusak ozon.

Apa itu ozon? Apa fungsi ozon?

Ozon adalah molekul gas yang tersusun dari tiga atom oksigen yang secara alami terdapat di atmosfer bumi dan menyerap radiasi sinar ultraviolet pada panjang gelombang tertentu.

Lapisan ozon mempunyai beberapa fungsi yaitu Melindungi Bumi dari sinar ultraviolet, melindungi permukaan bumi dari jatuhnya benda-benda langit, menjaga suhu bumi, dan mengatur porsi sinar ultraviolet yang masuk ke permukaan Bumi.

Penyebab dan dampak menipisnya ozon

Faktor Pemicu peningkatan penggunaan Bahan Perusak Ozon atau dikenal dengan istilah BPO. BPO terdiri dari kloroflorokarbon (CFC), hidroklorofluorokarbon (HCFC), dan karbondioksida (CO2). Asal muasal BPO adalah kegiatan manusia.

Mulai dari penggunaan lemari es, pendingin ruangan, pengharum ruangan, peralatan kosmetik, cat semprot, semprot nyamuk, asap kendarakan bermotor, pabrik, penggunaan pupuk kimia, penebangan hutan, dan masih banyak lagi.

Dan dampaknya bisa menyebabkan pemanasan global yang memicu pencairan es di kutub, peningkatan tinggi permukaan air laut, tidak menentunya cuaca dan iklim, dan meningkatnya bencana alam. Selain itu juga bisa menyebabkan kanker kulit, katarak mata, dan rusaknya biota laut karena peningkatan UV-8.

Penulis: Chalida Rahma Listy

Hari Aksara Yang Diperingati Setiap 8 September

Ilustrasi Literasi (Sumber: Primaindisoft)

Madu Sehat, Bandung – Hari Literasi Internasional atau Hari Aksara Internasional/Sedunia atau Hari Melek Huruf Internasional, yang diperingati setiap tanggal 8 September, merupakan hari yang diumumkan oleh UNESCO pada 17 November 1965 sebagai peringatan untuk menjaga pentingnya melek huruf bagi setiap manusia, komunitas, dan masyarakat (Wikipedia). Hari Aksara Internasional juga sering disingkat HAI.

Hari Aksara Internasional pertama kali digelar pada 1967. Pada waktu itu Iran mengusulkan agar UNESCO memberi hadiah literasi internasional kepada orang-orang yang berjasa dalam melawan buta huruf.

Usulan ini pertama kali masuk dalam konferensi tentang pemberantasan buta huruf di Teheran, Iran pada 8-19 September 1965. Kemudian Konferensi Umum UNESCO pada Oktober 1966 menetapkan 8 September sebagai Hari Aksara Internasional. Dan kemudian setiap tahunnya, masyarakat internasional rutin memperingatinya.

Tujuan adanya Hari Aksara adalah sebagai penghargaan kepada pihak yang turut andil menekan angka buta aksara di seluruh dunia. Juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya aksara atau literasi.

Dilihat dari kemdikbud.go.id, peringatan Hari Aksara Indonesia (HAI) ke-56 tahun 2021 mengambil tema ”Literacy for a human-centred recovery: Narrowing the digital divide”. Pada peringatan HAI tahun ini, Kemendikbudristek mengangkat tema “Digital Literacy for Indonesia Recovery”.

Peringatan HAI ke-56 diselenggarakan sebagai wujud komitmen Indonesia dalam pengentasan buta aksara dan melaksanakan komitmen internasional yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Untuk memeriahkan HAI yang ke-56 ini, serangkaian acara pendukung HAI juga telah disiapkan antara lain dimulai pada Bulan Mei s.d. September 2021, yakni Apresiasi Pendidikan Keaksaraan, Festival Literasi Indonesia, Taklimat Media, Festival Pendidikan Kesetaraan, serta Gelar Wicara.

Sementara itu, puncak peringatan HAI ke-56 akan diselenggarakan pada tanggal 8 September 2021 melalui webinar dan disiarkan secara langsung melalui sosial media Kemdikbudristek, TV Edukasi, dan media sosial Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus. Webinar akan dihadiri oleh Mendikbudristek, perwakilan UNESCO Paris dan Jakarta, serta para pelaku pendidikan keaksaraan dan literasi masyarakat.

Penulis: Chalida Rahma Listy

Selamat Hari PMI ke-76! Bagaimana Kabar Ekskul PMR 12? Berikut Liputannya!

Ilustrasi Palang Merah Indonesia (Sumber: https://contohposter.com/terbaru/contoh-poster-pmr/contoh-poster-pmr-pmr-gahita)

Madu News, Bandung – Jumat, 3 September 2021 adalah Hari Palang Merah Indonesia (PMI) ke-76. Hari ini memperingatkan kita akan jasa PMI dalam tugasnya menyelamatkan nyawa jutaan orang setiap harinya. Terlebih di masa pandemi seperti ini.

Di Hari 3 September, ekskul Palang Merah Remaja SMAN 12 Bandung (PMR 12) biasanya mengikuti perlombaan yang diadakan oleh PMI dan ikut serta menyebarkan kesadaran Hari PMI dengan membuat poster serta membagikan postingan untuk warga dua belas.

Namun mempertimbangkan masa pandemi saat ini, PMR 12 belum melakukan banyak kegiatan. Kiranya mengapa alasannya dan bagaimana kabar ekskul PMR 12? Berikut liputannya.

Apa saja kesulitan yang dihadapi PMR 12 di masa pandemi ini?

Kesulitan yang dihadapi PMR 12 di masa pandemi sama seperti ekskul lainnya yaitu terbatasnya kegiatan ekstrakurikuler. Selain itu karena sekarang kegiatan harus dilaksanakan secara daring, latihannya pun lebih sulit karena di PMR terdapat banyak praktek. Misalnya pertolongan pertama, mitigasi bencana, dan perawatan keluarga,” kutip perwakilan PMR 12.

Apa tanggapan PMR 12 mengenai rencana SMAN 12 menyelenggarakan pembelajaran tatap muka pada bulan Oktober?

PMR 12 setuju dengan adanya pembelajaran tatap muka karena akan sangat membantu dalam proses pembelajaran dan dapat melakukan kegiatan ekstrakurikuler lebih maksimal. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan,” respon perwakilan PMR 12.

Sebelum pandemi COVID-19, kegiatan PMR 12 di antaranya adalah melaksanakan demo ekskul, JUMBARA (Jumpa Bakti Gembira, yaitu program tahunan yang diselenggarakan oleh PMI Kota Bandung sebagai ajang bertemu anggota PMR se-kota Bandung.), Hiking, Donor Darah, LDK, dan Silaturahmi Bersama Alumni.

Penulis: Helmi Zaidan

Aktivitas Nabilla Si Juara Karate Putri

Kumpulan Medali Nabilla Nur Aprilliani Yang Telah Memenangkan Banyak Perlombaan. (Dokumentasi Narasumber)

Madu Sehat, Bandung – Siswi SMAN 12 Bandung, Nabilla Nur Aprilliani atau yang sering dipanggil Nabilla baru saja memenangkan Juara 1 Festival Olahraga Kota Bandung tahun 2021 cabang karate putri. Nabilla mempunya kegiatan padat. Dalam sehari, Nabilla dapat berlatih karate selama 2 atau 3 jam. Ia berlatih karate di Cimahi pada hari Senin, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Di hari Sabtu ia berlatih 2 kali, yaitu di pagi hari dan sore hari.

Nabilla menyukai karate sejak kelas 3 SD yang mana baru berusia 8 tahun pada saat itu. Awalnya ia mengikuti karate karena ekskul di sekolahnya tetapi sang pelatih melihat Nabilla mempunyai potensi yang bagus sehingga Nabilla diarahkan untuk berlatih di tempat latihan yang pelatihannya serius, tidak main-main. Waktu pertama kali latihan tersebut, Nabilla lah yang paling muda karena ia masih menduduki sekolah dasar dan teman-teman lainnya sudah SMP.

Jika tidak ada latihan, Nabilla akan menghabiskan waktu untuk tidak melakukan apa-apa dikarenakan tubuhnya yang suka sakit setelah selesai berlatih. Tapi, jika sedang bosan, ia akan melakukan workout atau latihan menggunakan barbel di rumahnya. Sepertinya, para atlet tidak akan jauh dari olahraga ya.

Atlet karate kesukaan Nabilla adalah Sandra Sanchez, seorang atlit karate asal Spanyol. Selain hobi karate, Nabilla juga suka menonton drama korea.

Penulis: Chalida Rahma Listy

Siswi SMAN 12 Bandung Raih Juara 1 Festival Olahraga Karate Putri

Salah satu dokumentasi Nabilla Nur Aprilliani memenangkan sebuah perlombaan karate. (Dokumentasi Narasumber).

Madu News, Bandung – Pada Hari Rabu, 11 Agustus 2021, Nabilla Nur Aprilliani—siswi SMAN 12 Bandung dari kelas X-6— mengharumkan nama sekolah dengan berhasil meraih Juara 1 Festival Pendidikan Olahraga Cabang Karate Putri tingkat SMA-SMK se-kota Bandung tahun 2021 disusul oleh Najla dari SMA 5 sebagai Juara 2. Pengambilan video Nabilla untuk perlombaan tersebut dilaksanakan di aula SMAN 12 Bandung.

Meskipun tidak dapat merasakan langsung pertandingannya dikarenakan sistemnya pengiriman video dan penjuriannya tertutup, Nabilla dan kerabatnya tetap senang dan bersyukur setelah diberitahukan kemenangannya oleh guru olahraga Bu Sarah, serta berharap agar Nabilla terus bisa mempertahankan prestasinya.

“Yang jelas sih senang, ya. Bersyukur dan semoga terus bisa mempertahankan,” kutip Nabilla.

Dibutuhkan waktu berapa lama untuk mempersiapkan perlombaan tersebut?

“Tidak ada persiapan khusus dikarenakan dituntut untuk latihan seminggu empat kali agar selalu siap menghadapi pertandingan kapan pun,” jawab Nabilla.

Mempertimbangkan situasi pandemi, apakah teknis pertandingan karate yang Nabilla ikuti berbeda dengan teknis sebelum pandemi?

“Sangat berbeda, rasanya kurang menantang karena tidak mendapatkan support langsung dari penonton yang biasanya ramai, heboh, dan histeris…terlebih ketika juri memberikan skor. Rasanya deg-deg-an sekali. Namun sekarang terasa lebih biasa saja…tau-tau menang. Tidak merasakan naik podium,” respon Nabilla.

Penulis: Helmi Zaidan

5 Tips efektif belajar secara daring selama #dirumahaja

5 Tips Efektif Belajar #dirumahaja

Madu Sehat, Bandung – Covid-19 mengharuskan kita melakukan kegiatan dari rumah, salah satunya adalah proses perkuliahan yang mengharuskan dilakukan secara daring melalui rumah.

Tentunya, sebagai mahasiswa ada penyesuaian pola belajar yang tentunya harus dilakukan mengingat pembelajaran dilakukan dirumah. Dirumah aja pun bukan penghalang mahasiswa untuk tetap mendapatkan ilmu. Nah bagaimana sih cara belajar yang efektif selama dirumah aja? Berikut ulasannya.

1. Atur tempat untuk belajar

Mood belajarmu dipengaruhi oleh tempat kamu belajar. Cari posisi dirumah yang nyaman dan hindari belajar ditempat yang membuatmu merasa ngantuk, seperti dekat dengan kasur. Tetapi semua balik lagi pada diri kamu sendiri seperti apa tempat yang nyaman untuk kamu belajar.

2. Buat rencana belajarmu

Rencanakan apa yang mau kamu pelajari pada hari itu, buat daftar apa saja yang ingin kamu pelajari agar kamu dapat fokus belajar dan mengikuti perkuliahan. Catat selalu jikalau ada deadline tugas agar teratur.

3. Hindari hal yang dapat mendistraksi belajarmu

Selama dirumah aja, kecenderungan untuk terus membuka media sosial dan bermain games sangat besar. Tetap fokus dalam proses pembelajaran dan hindari melakukan hal yang tidak berhubungan dengan proses pembelajaran.

4. Perhatikan jadwal perkuliahanmu

Pasang timer agar kamu tidak telat mengikuti perkuliahan secara daring, selalu lihat jadwal dan perencanaan belajar yang sudah kamu buat, sehingga kamu dapat belajar secara fokus dan teratur sesuai jadwal.

5. Luangkan waktu untuk bersantai

Beri jeda waktu agar kamu dapat refreshing, duduk didepan laptop secara terus menerus bukanlah hal yang mudah. Lakukan kegiatan yang dapat menjaga mood mu agar tetap stabil seperti mendengarkan musik, olahraga dan lain sebagainya.

Itulah lima tips agar kamu tetap efektif mengikuti perkuliahan dan belajar selama dirumah aja, tetap jaga kesehatan dan fokus dalam belajar ya!

Berita ini telah terbit di lp3i.ac.id, dengan judul 5 Tips efektif belajar secara darin selama #dirumahaja

Sumber: https://www.lp3i.ac.id/5-tips-efektif-belajar-secara-daring-selama-dirumahaja/

Soal Sekolah Tatap Muka, Mendikbud: Keputusan di Tangan Orang Tua

SOLOPOS.COM – Mendikbud Nadiem Makarim. (Okezone)

Chelin Indra Sushmita Jumat, 6 Agustus 2021 – 13:31 WIB

Madu News, Bandung – Mendikbud Nadiem Makarim menyatakan kegiatan pembelajaran di tahun ajaran baru 2021/2022 bersifat dinamis. Artinya ada kemungkinan sekolah tatap muka digelar terbatas dengan beberapa persyaratan.

“Kegiatan pembelajaran di tahun ajaran baru mengacu pada kebijakan PPKM masing-masing daerah dan Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19,” kata Nadiem dikutip dari laman resmi Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Kemendikbudristek, Jumat (6/8/2021).

Setiap satuan pendidikan harus memperhatikan jumlah kasus Covid-19 di wilayah masing-masing. Daerah yang berada di level 1 dan 2 bisa memulai sekolah tatap muka terbatas dengan mengutamakan kesehatan.

“Sementara untuk daerah yang berada di Level 3 dan 4, masih harus menggelar pembelajaran secara jarak jauh (PJJ),” kata Nadiem.

Meski demikian dia menegaskan keputusan terakhir dalam menentukan sekolah tatap muka atau online berada di tangan orang tua siswa.

“Keputusan terakhir bahwa murid tatap muka atau tidak, ada di orang tua, karena PTM Terbatas berbeda dengan PTM biasa sebelum pandemi,” tutur Nadiem.

Nantinya jika sekolah tatap muka dilakukan, maka jumlah siswa yang hadir dibatasi hanya 50% dalam ruang kelas. Setiap kelas juga diwajib untuk melakukan rotasi, hingga wajib memerhatikan protokol kesehatan.

“Tidak ada acara-acara ekstrakurikuler, kantin tidak boleh buka,” ujar Nadiem.

Sementara untuk mendukung kegiatan pembelajaran selama pandemi, Nadiem memastikan pihaknya memberikan bantuan. Salah satunya bantuan kuota internet  yang dimulai pada September-November 2021.

Sementara itu berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) nomor 27 dan 28 Tahun 2021, pembelajaran di wilayah PPKM Level 3 dan 4 harus dilaksanakan secara online atau daring. Aturan ini berlaku pada tiap jenjang pendidikan formal dan informal. Artinya wilayah level 3 dan 4 belum bisa melaksanakan sekolah tatap muka.

Berita ini telah terbit di Solopos.com, dengan judul Soal Sekolah Tatap Muka, Mendikbud: Keputusan di Tangan Orang Tua pada tanggal 6 Agustus 2021.

https://www.solopos.com/soal-sekolah-tatap-muka-mendikbud-keputusan-di-tangan-orang-tua-1144120

SMAN 12 BANDUNG GELAR SOSIALISASI PPDB JABAR 2021

Bandung, SMAN 12 – SMAN 12 Bandung menggelar Sosialisasi PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) Jawa Barat dengan tema “Sekolah di mana saja sama”. Menghadirkan Wuryanta, S.Pd., M.Kom. selaku pengawas pembina Dinas Pendidikan Jawa Barat, dan Solihin, M.Pd., Kepala Sekolah SMAN 12 Bandung (yang diwakili oleh wakil kepala sekolah bagian kesiswaan). Hal ini berkaitan dengan pernyataan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Dedi Supandi yang menyatakan bahwa PPDB Jawa Barat untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB akan segera dimulai.

Poster sosialisasi PPDB Jabar SMAN 12 Bandung

Dilansir dari laman disdik jabar, Dedi Supandi menyatakan ada beberapa perbedaan antara PPDB tahun ini dengan PPDB tahun sebelumnya. “Secara umum, ada beberapa perbedaan dengan PPDB tahun sebelumnya. Kita masih dalam tahap penyusunan petunjuk teknis dan perubahan Peraturan Gubernur tentang PPDB,” tuturnya dalam acara Teras (Temu Aspirasi Masyakarat Pendidikan dan Sekolah) Radjiman 6, di Aula Ki Hajar Dewantara Kantor Disdik Jabar, Jln. Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Rabu (10/2/2021). 

Perbedaan pertama, menurut Kadisdik, adalah dari kepanitiaan. Tahun ini, ketua panitia PPDB SMA, SMK, dan SLB di Jabar adalah kepala cabang dinas pendidikan di seluruh wilayah I-XIII. 

Selanjutnya adalah penyertaan sekolah swasta dalam proses pendaftaran PPDB 2021. Nantinya, peserta didik yang mendaftar pada PPDB 2021 tak hanya memilih sekolah negeri, tapi juga harus memilih sekolah swasta. “Evaluasi tahun kemarin hanya 41% siswa SMP dan MTs. di Jabar yang diterima di sekolah negeri. Dengan jumlah sekolah swasta yang mencapai 4 ribuan, tahun ini saya harap swasta bisa masuk dalam sistem PPDB,” tuturnya. 

Selain itu, tambah Kadisdik, penyertaan nilai rapor. “Salah satu persyaratan PPDB 2021 adalah melampirkan nilai rapor siswa dari semester I hingga V.

Yang lainnya adalah jalur masuk bagi siswa/anak berkebutuhan khusus (ABK). “Jika tahun lalu kuota ABK termasuk dalam jalur zonasi, tahun ini kuota tersebut masuk jalur afirmasi,” jelas Kadisdik.