Category: KARABEL

Mampir

Tadi aku mampir ke rumah bulan

Sepi dan sunyi, terlihat dipojokkan

Ia tersedu sedu menangit

Sembari menahan amarah yang bergemuruh

Cahaya tak lagi menerangi malam

Menjadi gelap dan temaram

Katanya kau diledek oleh si bintang

Begitu angkuh dan arogan

Saingannya dalam semesta antariksa

Tiada yang bisa melawannya

Prajuritnya bertebaran dimana-mana

Mungkin ialah yang terkuat

Entahlah aku tak tau dengan pemikiran awam ini

Hufttt, enak ya ia punya prajurit dimana-mana

Sedangkan aku hanya punya diriku tuk menerangi

Kerlap kerlip nya malam saja.

 

(M.Darryl_X-8)

 

 

Ketidakadilan

Rakyat jelata tertindas seenaknya

Rakya biasa hidup sederhana

Para bangsawan hidup kaya

Apa guna para pemimpin?

Untuk aoa pemerintah?

Jikalau ada ketidakseimbangan

Dimana hasil perjuangan?

Dibuang kemana

Para pejuang bangsa?

Akankah kalian menghargainya?

Jika tidak, sungguh sia-sia Indonesia merdeka

Sudah tidak ada lagi Indonesia jaya

Apalagi?

Banyak pertumpahan darah

Tangis berisi jeritan

Ego yang bersumpah serapah

Pemikiran yang materialis

Membuat bangs aini penuh dengan bedebah

 

(M.Darryl_X-8)

Secercah Rindu

Jam berubah, hari berganti

Bulan berpindah, tahun terlewati

Makan tak nikmat, tidur tak nyenyak

Mengingat kenangan masa lalu dalam kalbu

Bersama ia yang setia selalu

 

Senyumnya yang semanis gula

Cantiknya seperti bunga

Dan matanya yang seperti permata

Sungguh sangat sulit untuk dilupa

 

Wahai awan yang selalu Bersama langit

Wahai angin yang berhembus setiap saat

Wahai air yang terus mengalir

Sesampainya secercah rindu ini kepadanya

Walau ku takt ahu dia akan mendengar atau tida

 

(Dzaky Sammy_X-8)

Female Format dan Peresmian Gerakan Peduli Siswa (GPS) 12 SMA Negeri 12 Bandung Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022

Female Format dan Peresmian Gerakan Peduli Siswa 12 SMA Negeri 12 Bandung Semester Genap Tahun Pelajaran 2021/2022

Pelaksanaan Female Format dengant tema “Love Yourself before You Love Somebody” oleh Gusriyeni, S.Psi., M.Psi.

Semoga seluruh rangkaian tahapan pelaksanaan Gerakan Peduli Siswa menjadi salah satu kebaikan bagi seluruh siswa SMA Negeri 12 Bandung

@cadisdik7
@disdikjabar
@jabarmasagi_
@humas_jabar
@wuryantamas
#sman12bandung #fyp #bandung
#jabarmassagi
#jabar
#bandunghits #penggerakperubahan #sekolah #cadisdikwillvii #sekolahpenggerak #kepalasekolah #kepalasekolahpenggerak #sekolah #sman12bandung #sekolahpenggerak #bandung

Aku Menghilang Pun Rasanya Kamu Biasa Saja

Aku Menghilang Pun Rasanya Kamu Biasa Saja

Sedikit bersikap tidak peduli mungkin lebih baik.
Aku menghilang pun kamu merasa biasa saja.
Entah aku ini bodoh karena masih saja peduli walau diabaikan.
Memang benar cinta itu membutakan segalanya.
Sudah sering kali disakiti, aku masih saja ingin bersamamu.
Andaikan aku tahu rasanya jatuh cinta kepadamu sesakit ini.
Memang benar penyesalan itu selalu datang belakangan.
Tersisa hanya penyesalan.

Salman Kimmy A. (X-8)

Mampir

Mampir

Tadi aku mampir ke rumah bulan
Sepi dan sunyi, terlihat dipojokkan
ia tersedu sedu menangis,
Sembari menahan amarah yang bergemuruh
Cahanya tak lagi menerangi malam
Menjadi gelap dan temaram
Katanya kau diledek oleh si bintang
Begitu angkuh dan arogan
Saingannya dalam semesta antariksa,
Tiada yang bisa melawannya
Prajurit nya bertebaran dimana-mana
Mungkin ialah yang terkuat,
Entahlah aku tak tau dengan pemikiran awam ini
Huffftttt, enak ya ia punya prajurit dimana mana
Sedangkan aku hanya punya diriku tuk menerangi
Kerlap kerlip nya malam saja.

M. Darryl (X-8)

Mari Mengenal Sejarah Telepon!

Oleh Liputan6 pada 25 Okt 2016, 07:12 WIB

Ilustrasi telepon
Sumber gambar: m.liputan6.com (link tertera di bawah).

Madu Features – Penemuan telepon membawa kita pada penemunya, yakni Antonio Meucci. Berkat pria berkebangsaan Italia ini, manusia dapat saling berkomunikasi di mana pun dan kapan pun.

Telepon di zaman dahulu masih menggunakan kabel dengan tombol nomor berbentuk bundar (rotary dial). Seiring berjalannya waktu, bentuk dan fungsi telepon mengalami perubahan yang signifikan.

Kini fungsi telepon tak hanya sekadar untuk berkomunikasi, tetapi juga untuk aktivitas hiburan. Apalagi, kini semua orang sangat terikat dengan telepon genggam untuk kegiatan sehari-hari.

Lalu, seperti apa perubahan telepon selama 140 tahun terakhir ini? Yuk, ikuti perjalanannya dari masa ke masa, seperti dilansir dari Slate, berikut ini:

1. Bell Telephone (1876)

Telepon ini pertama kali dibuat oleh Alexander Graham Bell di mana saat sedang itu dipamerkan di Pameran Centennial di Philadelphia.

Produk ini merupakan percobaan laboratorium. Jarum transmisi dan asam sulfat menghasilkan getaran suara ke penerima gelombang elektromagnetik.

2. Telepon di Abad 19 (1890)

Bentuk telepon mulai berubah menjadi demikian dan turut menjadi penanda berkembangnya teknologi di abad ke -19.

Pada telepon sebelumnya mendengar dan berbicara dilakukan di perangkat yang sama, sedangkan pada telepon ini, penelepon harus menggunakan perangkat yang berbeda.

3. Western Electric 302 (1937)

Operator Amerika Serikat (AS), AT&T mengeluarkan model telepon dengan model rotary dial dan gagang telepon tersambung kabel. Lewat telepon ini, AT&T memonopoli sistem telepon di negaranya. Telepon ini dirancang dibuat oleh desainer terkenal Henry Dreyfuss.

 4. The Trimline (1965)

Ini adalah model terakhir yang dikeluarkan AT&T. Pada rancangan ini, tombol nomor disematkan langsung ke telepon tersebut. Sebelumnya, telepon biasanya diletakkan di dapur karena memiliki kabel panjang.

Perubahan signifikan ini terjadi karena penambahan tombol bintang (*), tagar (#), dan tombol dial untuk pengulangan telepon ke nomor sama. Selain itu, tombol angka juga bertambah menjadi 12 digit.

Era Telepon Genggam

5. Cordless Phones (1980)

Tahun 1980 menjadi era berakhirnya telepon dengan kabel. Di tahun tersebut, telepon tanpa kabel mulai populer.

6. The Motorola DynaTAC (1983)

Jika Anda lihat, telepon buatan Motorola ini tidak memiliki kabel, dan hanya memiliki antena. Bodinya juga bongsor. Namun, di masa itu, ponsel ini justru sering muncul di berbagi iklan hingga film Wall Street tahun 1987.

Ponsel ini dirancang oleh Rudy Krolopp dan dipasarkan pada 1984 seharga US$ 4.000.

7. Motorola StarTAC (1996)

Satu dekade setelahnya, Motorola merilis kembali merilis telepon, yakni StarTAC. Bedanya, telepon ini merupakan telepon genggam yang dapat digunakan secara mobile, dan memiliki layar.

8. Smartphone

Dalam perjalanannya hingga abad ke-21, telepon mengalami perubahan sangat signifikan jika dibandingkan pada saat telepon pertama kali ditemukan.

Telepon di era modern bertranformasi menjadi sebuah perangkat pintar yang dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, yakni smartphone.

Smartphone tak lagi memiliki tombol fisik, hanya layar sentuh yang dilengkapi dengan tombol virtual. Untuk berkomunikasti pun, orang-orang tak hanya bisa menelepon dan berkirim pesan, tetapi lewat internet.

Kecanggihan teknologi smartphone membuat orang dapat saling berkomunikasi meskipun lokasinya sangat jauh.

(Reihan Maulida/Cas)

Artikel ini telah dipublikasikan oleh m.liputan6.com pada tanggal 25 Oktober tahun 2016. Berikut link dari artikel tersebut:

https://m.liputan6.com/tekno/read/2632116/menyimak-perjalanan-telepon-dari-masa-ke-masa

Nabilla Menang Lagi!

Penulis: Emiliana I           Sen, 20 Sept 2021 | 18.50 WIB

Madu Features – Nabilla Nur Aprilliani atau yang kerap disapa Nabilla memenangkan kompetisi bela diri karate untuk yang ke sekian kalinya! Nabilla baru saja memenangkan Kejuaraan Nasional Sekoci Cup 4 dengan menyandang juara pertama.

Ketika ditanya perihal kiat-kiat untuk dapat menjadi juara, siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 12 Bandung ini menjawab bahwa latihan, latihan, dan latihan adalah caranya untuk menjadi juara seperti saat ini.

Untuk mendapatkan informasi mengenai kompetisi bela diri karate, Nabilla berkata bahwa ia dapat mengetahui informasi seputar kompetisi bela diri tersebut dari pelatihnya ataupun dari sosmed (akronim dari sosial media), namun setelahnya Nabilla menambahkan juga bahwa dirinya lebih banyak mendapatkan informasi kompetisi bela diri ini dari pelatihnya.

Tidak heran jika Nabilla dapat menduduki peringkat yang besar di bela diri yang tengah ia geluti. Nabilla gigih sekali berlatih untuk terus meningkatkan kemampuannya, loh! Seperti yang kita sudah ketahui tadi, Nabilla berkata bahwa latihan, latihan, dan latihan ialah kunci menjadi juara. Hmm, jadi pengen tahu jadwal latihan Nabilla itu seperti apa deh!

Siswi yang berusia lima belas tahun ini biasa berlatih bela diri karate di Kota Cimahi dengan jadwal empat kali dalam kurun waktu satu minggu. Tidak ayal jika Nabilla dinobatkan sebagai juara, setuju ‘kan teman-teman Madu Sehat sekalian?

Empat hari yang disebutkan di atas tadi ialah hari senin, hari Selasa, hari Sabtu, dan hari MInggu. Itu merupakan jadwal Nabilla untuk latihan karate. Padat sekali, ya? Belum lagi hari Sabtu yang kata Nabilla latihannya itu biasa dilakukan sebanyak dua kali, baik pada pagi hari juga sore harinya. Waah, produktif banget gak sih teman kita ini?

Nabilla tetap semangat berlatih meskipun — seperti yang kita tahu – situasi saat ini sedang tidak baik-baik saja. Nabilla juga tetap menjaga produktivitasnya untuk terus maju. Yap, itu keren banget dan di sisi lain sosok Nabilla itu inspiratif sekali!

Nah, sekarang mari kita bahas mengenai perbedaan ketentuan prosedur dalam kompetisi bela diri ini baik setelah ataupun sebelum adanya pandemi.

Jadi teman-teman semuanya, Nabilla bilang bedanya antara kompetisi bela diri karate setelah dan sebelum pandemi itu cukup kentara buat Nabilla sendiri, loh! Saat itu — sebelum pandemi ini terjadi — biasanya para peserta dilihat dan dinilai secara langsung (face to face) oleh juri iya, ‘kan?Berbanding terbalik dengan kondisi saat ini, Nabilla berkata bahwa untuk dinilai oleh juri, peserta cukup mengirimkan video atau melakukan panggilan dan memeragakan gerakannya melalui aplikasi zoom meeting.

Membahas tentang perbedaan tersebut, Nabilla berkata bahwa tidak ada yang lebih sulit baik secara offline ataupun secara online. Jika kompetisi itu dilakukan secara online kemudian menyadari bahwa ada gerakan yang salah, videonya dapat di-take ulang. Hal itu tidak mungkin dapat dilakukan dalam kompetisi yang diadakan secara offline.

Namun, jika kompetisi dilakukan secara offline, para peserta dapat merasakan euforia yang tinggi. Sorakan penonton, kehebohannya, serta kehisterisan untuk mendukung masing-masing peserta secara mental yang mana membagikan banyak sekali energi positif. Hal itu tidak terjadi jika kompetisi diadakan secara online.

Ternyata memang selalu ada dampak positif dan negatifnya tersendiri, ya?

Di luar kegiatannya dalam bela diri karate, Nabilla ternyata hobi menononton K-Drama atau juga biasa kita sebut dengan drakor (akronim dari drama Korea).

Tergambar jelas ya selain latihan dengan jadwal yang padat, Nabilla tetap beristirahat dan melakukan refreshing juga.

Ketika ditanya mengenai idola, Nabilla menjawab bahwa Sandra Sánchez Jaime ialah idolanya. For your information, sang idola ialah karateka yang berkebangsaan Spanyol, teman-teman!

And last but not least, mari kita lihat harapan Nabilla untuk ke depannya. Nabilla bilang kalau harapannya untuk ke depan adalah untuk terus berprestasi dan terus membanggakan kedua orang tuanya.

Aamiin, aamiin, aamiin!

Untuk Nabilla, semangat terus untuk tetap berkarya ya!