Category: KARABEL

Memperingati Hari Solidaritas Hijab Internasional 4 September

Senin, 6 Sept 2021            15.40 WIB
Emiliana I.  

Madu Features – Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau yang biasa disingkat menjadi KBBI, hijab ialah kain yang digunakan untuk menutupi muka dan tubuh wanita muslim sehingga bagian tubuhnya tidak terlihat.

Mengingat tanggal 4 September ditetapkan sebagai Hari Solidaritas Hijab Internasional, kami sepakat dan tertarik dalam mengusung tema mengenai reaksi non-muslim ketika mengenakan hijab.

Melihat dari sumber-sumber audio visual social experiment yang telah diamati, tidak sedikit non-muslim yang tertarik untuk mencoba mengenakan hijab.

Dilihat pada reaksi mereka, tidak jarang untuk melontarkan reaksi positif terhadap hijab, seperti ini kira-kira:

It’s comfortable!” (terj: ini nyaman!)

Interesting!” (terj: menarik!)

It’s so beautiful!” (terj: ini sangat cantik!)

I like it!” (terj: aku suka ini!)

It’s nice!” (terj: ini bagus!)

Serta reaksi-reaksi positif lainnya.

Dan jika kamu tertarik untuk melihat reaksinya serta berminat untuk menonton, aku akan taruh beberapa link video di bawah ini ya!

Semoga bermanfaat!

Melihat Sejarah Karate di Indonesia

18 Februari 2021, 20:20 WIB

Penulis: Any Hidayati Editor: Lily Indriyani

Madu Features – Buat para penggemar manga atau anime Jepang Detective Conan dan mengenal tokoh Ran Mori, tentu tak akan asing dengan olahraga beladiri karate.

Sama seperti Ran Mori, olahraga karate juga berasal dari Negeri Sakura. Tepatnya di Pulau Okinawa, bagian selatan Jepang.

Karate muncul untuk kali pertama, sekitar 1876 atau era Kerajaan Ryukyu. Lalu, mulai berkembang ke seluruh Jepang, awal abad ke-20.

Di Indonesia, karate mulai diperkenalkan oleh mahasiswa Tanah Air yang baru selesai menuntut ilmu di Negeri Sakura pada tahun 1963.

Saat itu, Baud A.D. Adikusumo yang juga mendalami karate dan mendapat sabuk hitam di Jepang, mengajak beberapa rekannya. 

Sebut saja, Mochtar Ruskan, Karianto Djojonegoro, dan Ottoman Noh, untuk mendirikan sebuah dojo alias tempat latihan.

Dengan bahu-membahu, akhirnya dojo karate pertama Indonesia berdiri di Jakarta, masih di tahun yang sama.

Setahun kemudian, tepatnya 10 Maret 1964, Adikusumo dan kawan-kawan yang membawa aliran karate Shotokan mendirikan induk karate nasional, Persatuan Olahraga Karate (PORKI).

Bala bantuan dari para alumni Tanah Air yang mencari ilmu di Jepang kemudian berdatangan di tahun-tahun awal pembentukan PORKI.

Adalah Setyo Harsono (pendiri dojo Gojukai), Anton Lesiangi, Sabeth Mukhsin, dan Chairul Taman yang turut mengembangkan karate hingga aliran nusantara makin beragam.

Para karateka, sebutan untuk atlet karate, asli Jepang pun kemudian berbondong-bondong melakukan misi menyebarkan lebih banyak lagi aliran dojo. 

Seperti Matsusaki (Kyushin Ryu, 1966), Ishi (Goju Ryu, 1969), Hayashi (Shito Ryu, 1971) dan Masutatsu Oyama (Kyokushinkai, 1967).

Sayang, semakin beragamnya aliran karate yang berkembang, perpecahan di dalam tubuh PORKI pun muncul.

Ketidakcocokan antara PORKI dengan para pengurus dojo membuat kemunculan induk olahraga tandingan.

PORKI kembali bersatu pada 1972 dengan nama anyar, yaitu FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) dan bertahan hingga saat ini.

Setengah abad berkembang di Indonesia, karate mencetak banyak karateka berprestasi di berbagai ajang nasional maupun internasional.

Misalnya, Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang, Rifki Ardiansyah Arrosyiid merebut medali emas untuk nomor kumite 60 kg putra.

Terbaru, FORKI akan mengirim lima karateka untuk mengikuti kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 yang akan berlangsung pada 23 Juli s.d. 8 Agustus mendatang.

Kelima karateka tersebut akan tampil dalam Karate Premier League di Rabat, Maroko, dan World Olympic Qualification Tournament di Paris, Prancis.

FORKI bertekad untuk meloloskan wakilnya ke Jepang sebagai saksi sejarah debut karate di level Olimpiade.

Artikel ini telah terbit di olahraga.skor.id dengan judul “Skorpedia: Sejarah Karate di Indonesia, Sebuah Perjalanan dari Negeri Sakura” pada tanggal 18 Februari 2021 pukul 20:20 WIB.

https://olahraga.skor.id/skorpedia-sejarah-karate-indonesia-sebuah-perjalanan-dari-negeri-sakura-01368127

Lantas Bagaimana

Bagaimana cara memutar waktu?

Tuntutku lugu pada dinding membisu
Ketika cahaya menggerutu
Hingga bayangku terbias temaram lampu

Tak ada sua ataupun kata
Gema maupun luka
Mencipta mahakarya nelangsa
Melekat pada bentuk yang ada

Bagaimana cara menebas rindu?
Tanyaku nanar pada awan kelabu
Menguburnya jauh hingga tertutup pintu?
Mengulur benang-benang masa lalu agar tiada menggebu-gebu?

Lantas bagaimana caraku menunggu?
Meredam kalut hingga kelu?
Atau-
Menjadi manusia yang baru?

Karya: emiliana (xis4)

MaduFeatures.