PMR 12
(Palang Mreah Remaja SMAN 12 Bandung)

PROGRAM KERJA PMR

Tujuannya memberikan dan meningkatkan pengetahuan bagi peserta/siswa dalam melaksanakan kegiatan di unit sekolah.

  1. Mengikuti kegiatan-kegiatan seperti lomba dan mengembangkan keterampilan pada bidangnya masing-masing.
  2. Mengadakan pertemuan dengan unit sekolah lain dan saling mengenal satu sama lain.
  3. Selalu menjaga kebersihan di lingkungan sekolah maupun di tempat mana pun.
  4. Mengadakan latihan rutin.
  5. Serta mengadakan kegiatan donor darah.

Prestasi

Nama Juara Tingkat
Tim dari SMAN 12 Terbaik ll Jumbara PMR 2019 Kota Bandung
Intan Dwi. Fani Wahyu. Ellysa Madina. Juara Harapan 1 Pertolongan Pertama Garasi Evo 2019 Provinsi
Shofiyatunnisa Luthfi Juara 1 Sang Juara AKPER 2020 Provinsi
Nenden Salsabila. Putri Dwi. Juara Harapan 1 Perawatan Keluarga AKPER 2020 Provinsi
Akmal Mahardika. Juara Harapan 1 Ayo Siaga Bencana AKPER 2020 Provinsi

Daftar Ketua PMR 12

Nama Ketua Periode Kepengurusan
Dhea Afriliani 2017-2018
Intan Dwi 2018-2019
Ratu Syahra Amanda Putri 2019-2020
Fakhira Azra Mardiana 2020 - sekarang

Di organisasi PMR ini kita tidak hanya belajar tentang kesehatan dan pertolongan pertama tetapi juga belajar cara bersosialisasi, belajar tentang donor darah, bakti sosial, melakukan latihan kegiatan rutin, melakukan latihan dengan sekolah lain dan masih banyak lagi.

Sejarah PMR 12

Palang Merah Remaja atau PMR adalah wadah untuk membina dan mengembangkan para anggota remaja dari Palang Merah Indonesia (PMI). Cabang PMR tersebar di PMI kota atau kabupaten seluruh Indonesia dengan lebih dari lima juta anggota sehingga PMR menjadi salah satu sumber kekuatan PMI dalam melaksanakan berbagai kegiatan kemanusiaan, kesehatan dan siaga bencana, untuk mempromosikan prinsip – prinsip dasar palang merah dan bulan sabit merah dalam skala internasional, juga mengembangkan kapasitas dalam organisasi PMI.

Sejarah terbentuknya PMR tidak dapat dilepaskan dari pembentukan PMI itu sendiri. Pemrakarsa pendirian PMI adalah dr. RCL Senduk dan Bahder Djohan pada tahun 1932, yang sepakat untuk membentuk sebuah badan kemanusiaan di bawah pengawasan putra – putra pribumi. PMI baru dapat direalisasikan pendiriannya setelah proklamasi kemerdekaan ketika Buntaran, Menteri Kesehatan menyiapkan pembentukannya. Tanggal 17 September 1945 menjadi saksi pendirian badan kemanusiaan bangsa Indonesia yang lepas dari campur tangan penjajah. Penyerahan aset dari Nerkai ke PMI dilakukan pada 16 Januari 1950 setelah kedaulatan Indonesia diakui oleh Belanda dan sejak saat itu PMI mulai fokus memberikan bantuan kemanusiaan pada rakyat.

Dalam kongres PMI ke 4 pada 25 – 27 Januari 1950 ide untuk membentuk PMR dicetuskan. Ide tersebut berasal dari pengerahan anak  – anak sekolah di Austria pada Perang Dunia I untuk membantu kegiatan perang sesuai kemampuan mereka, misalnya mengumpulkan pakaian bekas, majalah atau koran bekas, barang – barang yang bisa digunakan dalam perang lainnya.

Ide tersebut diterapkan dengan sejarah terbentuknya PMR yang berada di bawah pembinaan PMI, yang kemudian diterapkan pada beberapa sekolah di Indonesia.