Previous
Next

KRITERIA JALUR PRESTASI NILAI RAPOR

a. Kuota yang tersedia melalui Jalur Prestasi Nilai Rapor adalah 20%

b. Verifikasi data calon peserta didik yang telah diinput pada saat pendaftaran

c. Seleksi jalur prestasi nilai akademik rapor pada SMA dilakukan melalui pemeringkatan hasil kalibrasi nilai rapor semester satu (1) sampai dengan semester lima (5), pada mata pelajaran kelompok A, dengan variabel lain yang kriterianya ditetapkan satuan pendidikan berdasarkan pertimbangan aspek akademis atau aspek lainnya, berdasarkan rumus kalibrasi sebagai berikut :

Dengan :

S = skor akhir untuk pemeringkatan

= jumlah nilai 7 mata pelajaran Kelompok A pada rapor calon peserta didik pendaftar

= jumlah nilai pada rapor yang tertinggi ( ranking satu ) di kelas calon peserta didik pendaftar

K = jumlah peserta didik di kelas calon peserta didik pendaftar

R = ranking calon peserta didik pendaftar

*) Skor akhir untuk pemeringkatan yang dimaksud adalah hasil dari Input Nilai yang dilakukan oleh SMP/ MTs asal, urutannya

  1. Menginput nilai raport 5 semester ( mapel kelompok A)
  2. Meranking tiap siswa sesuai (sesuai permendikbud no 1 tahun 2021)
  3. Mencatat nilai total (10 mata pelajaran) tertinggi dari tiap kelas
  4. Mata pelajaran yang diperhitungkan dalam rumus kalibrasi ranking meliputi mata pelajaran kelompok A pada jenjang SMP, yaitu:
    1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
    2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
    3. Bahasa Indonesia
    4. Matematika
    5. Ilmu Pengetahuan Alam
    6. Ilmu Pengetahuan Sosial
    7. Bahasa Inggris
  5.   Pemeringkatan jumlah skor seleksi dilakukan sistem IT pada satuan pendidikan, hingga batas kuota yang ditetapkan satuan pendidikan.
  6. Jika dalam pemeringkatan hingga batas quota 63 terdapat beberapa Calon Peserta Didik memiliki skor yang sama, seleksi selanjutnya berdasarkan jarak domisili Calon Peserta Didik dengan sekolah yang dituju.  
  7. Domisili Calon Peserta Didik didasarkan alamat rumah pada Kartu Keluarga yang diterbitkan paling singkat 1(satu) tahun.
  8. Jika beberapa Calon Peserta Didik memiliki jarak yang sama, seleksi selanjutnya berdasarkan usia yang lebih tua.
  9.  Calon Peserta Didik yang diterima merupakan hasil pemeringkatan hingga batas kuota; Calon Peserta Didik yang tidak diterima pada jalur prestasi nilai akademik rapor, dapat mendaftar Kembali pada jalur zonasi di tahap kedua.

Ket : Dalam hal calon peserta didik yang berasal dari MTs, Nilai Pendidikan Agama dan Budi Pekerti diambil dari hasil rerata mata pelajaran  :  Al Quran Hadits, Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam.

      

KRITERIA JALUR PRESTASI KEJUARAAN

  1. Kuota yang tersedia melalui Jalur Prestasi Kejuaraan adalah 5%
  2. Verifikasi data Calon Peserta Didik yang telah dimasukkan (di input) saat pendaftaran
  3. Prestasi kejuaraan yang diseleksi adalah prestasi kejuaraan yang memenuhi kriteria sesuai dengan PERGUB
  4. Prestasi Kejuaraan yang dimaksud adalah prestasi kejuaraan yang diperoleh selama menjadi siswa SMP/MTs dengan kurun waktu paling lama 3 tahun dan paling cepat 6 bulan saat pendaftaran PPDB
  5. Prestasi Kejuaraan dibuktikan dengan Piagam / Sertifikat ASLI dengan pengesahan Lembaga resmi Pemerintah/ Swasta yang kredible dan diakui secara dejure maupun de facto serta berkaitan dengan bidang kejuaraan yang di maksud
  6. Skor prestasi kejuaraan dihitung berdasarkan skor tingkat kejuaraan (juara 1, 2 atau 3) dan tingkat wilayah penyelenggaraan kejuaraan (tingkat kota/kabupaten, provinsi, nasional dan internasional)
  7. Jika prestasi kejuaraan yang diperoleh Calon Peserta Didik merupakan prestasi berjenjang dalam tingkat wilayah kejuaraan, maka nilai akhir yang diperhitungkan adalah nilai dengan jenjang tertinggi yang diprioritaskan oleh calon peserta didik
  8. Dalam hal Calon peserta didik memiliki Prestasi Juara 1, 2, 3 Internasional dan 1 Nasional berjenjang, Satuan Pendidikan dapat langsung menerima calon peserta didik yang bersangkutan setelah melalui verifikasi yang akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan
  9. Skor prestasi kejuaraan diberikan berdasarkan lampiran petunjuk teknis PPDB 2021 Peraturan Gubernur Jawa Barat no. 29 tahun 2021
  10. Peserta yang berkasnya telah dinyatakan lengkap wajib mengikuti Uji Kompetensi sesuai dengan Bidang dan Jadwal yang diberikan oleh panitia PPDB SMAN 12 Bandung. (jika kondisi memungkinkan)
    1. Uji kompetensi prestasi sesuai bidang prestasi yang dimiliki Calon Peserta Didik, dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan dengan memperhatikan protokol kesehatan darurat Covid -19
    2. Skor Nilai Akhir yang diperhitungkan adalah : NA = SUK (50%) + SKW (50%)
    3. NA = SUK (50%) + SKW (50%)

    NA : Nilai Akhir

    SUK : Skor Uji Kompetensi

    SKW       :   Skor Kejuaraan dan Wilayah

    12. Jika terdapat kesamaan Nilai Akhir (NA) pada kuota kursi ke 11, maka urutan prioritas yang digunakan adalah Usia

KRITERIA PERPINDAHAN ORANG TUA/WALI

  1. Kuota yang tersedia melalui Jalur Perpindahan Orang Tua / Wali dan anak guru adalah 2%
  2. Maksimal menetap di zonasi SMA Negeri 12 Bandung selama 3 tahun dan diperkuat dengan Surat Keterangan Pimpinan / Atasan tempat orang tua calon peserta didik baru
  3. Skala urutan prioritas calon peserta didik yang diterima diurutkan berdasarkan jarak terdekat tempat tinggal calon peserta didik ke SMA Negeri 12 Bandung berdasarkan sistem informasi geolokasi
  4. Jika terdapat calon peserta didik yang memiliki jarak yang sama pada kuota terakhir, maka peserta didik yang diprioritaskan adalah peserta didik yang memiliki usia lebih tua.
  5. Dalam hal terdapat sisa kuota jalur perpindahan tugas orang tua/wali, maka sisa kuota dapat dialokasikan untuk calon Peserta Didik pada sekolah tempat orang tua/wali mengajar.

KRITERIA JALUR
ANAK GURU

1. Kuota yang tersedia melalui Jalur Anak Guru dan Perpindahan orang tua/wali adalah 3% 

2. Yang dimaksud anak guru dan tenaga kependidikan adalah anak kandung yang
tercantum di dalam kartu keluarga guru atau tenaga kependidikan yang bersangkutan. 

3. Seleksi jalur PPDB untuk anak guru dan tenaga kependidikan diprioritaskan bagi calon
Peserta Didik yang orangtuanya bertugas di satuan Pendidikan yang menjadi pilihan
calon peserta didik 

4. Skala urutan prioritas penerimaan untuk jalur anak guru dan tenaga pendidikan adalah 

  •  i. Anak Guru dan Tenaga  Kependidikan dari lingkungan        SMAN 12 Bandung adalah 5 orang 
  • ii. Anak Guru dan Tenaga Kependidikan SMA dan sederajat adalah 2 orang 
  • iii. Anak Guru dan Tenaga Kependidikan SMP dan sederajat adalah 2 orang 
  • iv. Anak Guru dan Tenaga Kependidikan SLB, SD sederajat dan Jenjang Pendidikan
    dibawahnya adalah 1 orang

5. Penyeleksian calon peserta didik yang diterima berdasarkan jarak dari domisili ke
SMAN 12 Bandung 

6. Jika terdapat calon peserta didik yang memiliki jarak yang sama pada kuota terakhir,
maka peserta didik yang diprioritaskan adalah peserta didik yang memiliki usia lebih
tinggi. 

7. Apabila kuota tidak terpenuhi akan dialihkan berdasar jumlah terbanyak pada
kelompok pendafta

KRITERIA JALUR KETM

a. Kuota jalur KETM 44 15%

b. Verifikasi data Calon Peserta Didik dari keluarga ekonomi tidak mampu yang telah diinput saat mendaftar;

c. Calon Peserta Didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu dibuktikan dengan kepemilikan kartu program penanggulangan kemiskinan dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah Provinsi, atau terdaftar pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Dinas Sosial

d. Calon Peserta Didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu wajib dilengkapi surat pernyataan dari orang tua/wali peserta didik yang menyatakan bersedia diproses secara hukum apabila terbukti memalsukan bukti keikutsertaan dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah Provinsi 

e. Calon Peserta Didik dari anak penyandang Disabilitas dibuktikan dengan keterangan dari tenaga medis sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan 

f. Seleksi dilakukan melalui pemeringkatan jarak hingga batas kuota yang ditetapkan satuan pendidikan yaitu 47 orang (15%).

g. Jika beberapa calon peserta didik memiliki jarak domisili yang sama, selanjutnya dilakukan seleksi berdasarkan pemeringkatan usia yang lebih tinggi.

h. Jika tidak lolos pada seleksi di sekolah pilihan ke satu, selanjutnya dilakukan pemeringkatan jarak di sekolah pilihan ke dua;

i. Jika tidak lolos di sekolah pilihan ke dua, maka Calon Peserta Didik dinyatakan tidak diterima di sekolah tersebut.

j. Calon Peserta Didik jalur KETM yang tidak lolos seleksi di sekolah negeri akan disalurkan ke sekolah swasta terdekat domisili dan akan mendapat bantuan dana pendidikan dari pemerintah Jawa Barat.

k. Jika kuota jalur afirmasi tidak terpenuhi, sisa kuota dilimpahkan pada jalur Prestasi

KRITERIA JALUR DISABILITAS/ABK

a. Kuota jalur ABK termasuk ke dalam kuota 15% jalur KETM

b. Zonasi bagi ABK merupakan PPDB yang diperuntukkan untuk Anak Berkebutuhan Khusus atau penyandang Disabilitas yang dibuktikan dengan surat hasil diagnosa atau penilaian kekhususan dari ahli atau pokja pendidikan inklusif; 

c. Tipe ABK yang diterima mengingat fasilitas yang memungkinkan di SMA Negeri 12 Bandung adalah Tipe Low Vision 

d. Kriteria seleksi berdasarkan pemeringkatan jarak dengan cara perhitungan sama seperti jalur Zonasi, hingga batas quota yang ditetapkan 

e. Jika beberapa calon peserta didik memiliki jarak domisili yang sama, selanjutnya dilakukan seleksi berdasarkan pemeringkatan usia yang lebih tinggi 

f. Jika tidak lolos pada seleksi di sekolah pilihan ke satu, selanjutnya dilakukan pemeringkatan jarak di sekolah pilihan ke dua

KRITERIA JALUR KONDISI TERTENTU

a. Kuota yang tersedia melalui Jalur Afirmasi Kondisi Tertentu adalah 5%. 

b. Calon Peserta Didik yang membutuhkan bantuan karena kondisi tertentu diperuntukkan bagi anak dari orang tua yang menangani Covid-19 atau korban bencana alam/sosial yang dibuktikan dengan surat resmi yang dikeluarkan lembaga terkait dan surat pernyataan orang tua. 

c. Calon Peserta Didik yang masuk melalui jalur Afirmasi Kondisi Tertentu merupakan calon peserta didik yang berdomisili di dalam dan di luar wilayah zonasi sekolah yang bersangkutan. 

d. Seleksi dilakukan melalui pemeringkatan jarak hingga batas kuota yang ditetapkan satuan pendidikan yaitu 16 orang (5%)

e. Jika beberapa calon peserta didik memiliki jarak domisili yang sama pada batas kuota, selanjutnya dilakukan seleksi berdasarkan pemeringkatan usia yang lebih tinggi. 

f. Jika kuota jalur afirmasi tidak terpenuhi, sisa kuota dilimpahkan pada jalur Prestasi Nilai Rapor.

KRITERIA JALUR ZONASI

a. Quota yang tersedia melalui Jalur Zonasi adalah 50% 

b. Calon Peserta Didik yang diterima melalui jalur zonasi adalah Calon Peserta Didik yang berdomisili pada satu zona dengan sekolah yang dituju, 

c. Seleksi PPDB pada jalur zonasi mengutamakan jarak terdekat domisili Calon Peserta Didik dengan SMAN 12 Bandung dan dihitung menggunakan sistem teknologi
informasi (geolokasi); 

d. Domisili Calon Peserta Didik didasarkan alamat rumah pada Kartu Keluarga yang diterbitkan paling singkat 1 (satu) tahun,

e. Jika beberapa Calon Peserta Didik memiliki jarak yang sama, seleksi selanjutnya berdasarkan usia yang lebih tua.