Tag: karate

Nabilla Menang Lagi!

Penulis: Emiliana I           Sen, 20 Sept 2021 | 18.50 WIB

Madu Features – Nabilla Nur Aprilliani atau yang kerap disapa Nabilla memenangkan kompetisi bela diri karate untuk yang ke sekian kalinya! Nabilla baru saja memenangkan Kejuaraan Nasional Sekoci Cup 4 dengan menyandang juara pertama.

Ketika ditanya perihal kiat-kiat untuk dapat menjadi juara, siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 12 Bandung ini menjawab bahwa latihan, latihan, dan latihan adalah caranya untuk menjadi juara seperti saat ini.

Untuk mendapatkan informasi mengenai kompetisi bela diri karate, Nabilla berkata bahwa ia dapat mengetahui informasi seputar kompetisi bela diri tersebut dari pelatihnya ataupun dari sosmed (akronim dari sosial media), namun setelahnya Nabilla menambahkan juga bahwa dirinya lebih banyak mendapatkan informasi kompetisi bela diri ini dari pelatihnya.

Tidak heran jika Nabilla dapat menduduki peringkat yang besar di bela diri yang tengah ia geluti. Nabilla gigih sekali berlatih untuk terus meningkatkan kemampuannya, loh! Seperti yang kita sudah ketahui tadi, Nabilla berkata bahwa latihan, latihan, dan latihan ialah kunci menjadi juara. Hmm, jadi pengen tahu jadwal latihan Nabilla itu seperti apa deh!

Siswi yang berusia lima belas tahun ini biasa berlatih bela diri karate di Kota Cimahi dengan jadwal empat kali dalam kurun waktu satu minggu. Tidak ayal jika Nabilla dinobatkan sebagai juara, setuju ‘kan teman-teman Madu Sehat sekalian?

Empat hari yang disebutkan di atas tadi ialah hari senin, hari Selasa, hari Sabtu, dan hari MInggu. Itu merupakan jadwal Nabilla untuk latihan karate. Padat sekali, ya? Belum lagi hari Sabtu yang kata Nabilla latihannya itu biasa dilakukan sebanyak dua kali, baik pada pagi hari juga sore harinya. Waah, produktif banget gak sih teman kita ini?

Nabilla tetap semangat berlatih meskipun — seperti yang kita tahu – situasi saat ini sedang tidak baik-baik saja. Nabilla juga tetap menjaga produktivitasnya untuk terus maju. Yap, itu keren banget dan di sisi lain sosok Nabilla itu inspiratif sekali!

Nah, sekarang mari kita bahas mengenai perbedaan ketentuan prosedur dalam kompetisi bela diri ini baik setelah ataupun sebelum adanya pandemi.

Jadi teman-teman semuanya, Nabilla bilang bedanya antara kompetisi bela diri karate setelah dan sebelum pandemi itu cukup kentara buat Nabilla sendiri, loh! Saat itu — sebelum pandemi ini terjadi — biasanya para peserta dilihat dan dinilai secara langsung (face to face) oleh juri iya, ‘kan?Berbanding terbalik dengan kondisi saat ini, Nabilla berkata bahwa untuk dinilai oleh juri, peserta cukup mengirimkan video atau melakukan panggilan dan memeragakan gerakannya melalui aplikasi zoom meeting.

Membahas tentang perbedaan tersebut, Nabilla berkata bahwa tidak ada yang lebih sulit baik secara offline ataupun secara online. Jika kompetisi itu dilakukan secara online kemudian menyadari bahwa ada gerakan yang salah, videonya dapat di-take ulang. Hal itu tidak mungkin dapat dilakukan dalam kompetisi yang diadakan secara offline.

Namun, jika kompetisi dilakukan secara offline, para peserta dapat merasakan euforia yang tinggi. Sorakan penonton, kehebohannya, serta kehisterisan untuk mendukung masing-masing peserta secara mental yang mana membagikan banyak sekali energi positif. Hal itu tidak terjadi jika kompetisi diadakan secara online.

Ternyata memang selalu ada dampak positif dan negatifnya tersendiri, ya?

Di luar kegiatannya dalam bela diri karate, Nabilla ternyata hobi menononton K-Drama atau juga biasa kita sebut dengan drakor (akronim dari drama Korea).

Tergambar jelas ya selain latihan dengan jadwal yang padat, Nabilla tetap beristirahat dan melakukan refreshing juga.

Ketika ditanya mengenai idola, Nabilla menjawab bahwa Sandra Sánchez Jaime ialah idolanya. For your information, sang idola ialah karateka yang berkebangsaan Spanyol, teman-teman!

And last but not least, mari kita lihat harapan Nabilla untuk ke depannya. Nabilla bilang kalau harapannya untuk ke depan adalah untuk terus berprestasi dan terus membanggakan kedua orang tuanya.

Aamiin, aamiin, aamiin!

Untuk Nabilla, semangat terus untuk tetap berkarya ya!

Melihat Sejarah Karate di Indonesia

18 Februari 2021, 20:20 WIB

Penulis: Any Hidayati Editor: Lily Indriyani

Madu Features – Buat para penggemar manga atau anime Jepang Detective Conan dan mengenal tokoh Ran Mori, tentu tak akan asing dengan olahraga beladiri karate.

Sama seperti Ran Mori, olahraga karate juga berasal dari Negeri Sakura. Tepatnya di Pulau Okinawa, bagian selatan Jepang.

Karate muncul untuk kali pertama, sekitar 1876 atau era Kerajaan Ryukyu. Lalu, mulai berkembang ke seluruh Jepang, awal abad ke-20.

Di Indonesia, karate mulai diperkenalkan oleh mahasiswa Tanah Air yang baru selesai menuntut ilmu di Negeri Sakura pada tahun 1963.

Saat itu, Baud A.D. Adikusumo yang juga mendalami karate dan mendapat sabuk hitam di Jepang, mengajak beberapa rekannya. 

Sebut saja, Mochtar Ruskan, Karianto Djojonegoro, dan Ottoman Noh, untuk mendirikan sebuah dojo alias tempat latihan.

Dengan bahu-membahu, akhirnya dojo karate pertama Indonesia berdiri di Jakarta, masih di tahun yang sama.

Setahun kemudian, tepatnya 10 Maret 1964, Adikusumo dan kawan-kawan yang membawa aliran karate Shotokan mendirikan induk karate nasional, Persatuan Olahraga Karate (PORKI).

Bala bantuan dari para alumni Tanah Air yang mencari ilmu di Jepang kemudian berdatangan di tahun-tahun awal pembentukan PORKI.

Adalah Setyo Harsono (pendiri dojo Gojukai), Anton Lesiangi, Sabeth Mukhsin, dan Chairul Taman yang turut mengembangkan karate hingga aliran nusantara makin beragam.

Para karateka, sebutan untuk atlet karate, asli Jepang pun kemudian berbondong-bondong melakukan misi menyebarkan lebih banyak lagi aliran dojo. 

Seperti Matsusaki (Kyushin Ryu, 1966), Ishi (Goju Ryu, 1969), Hayashi (Shito Ryu, 1971) dan Masutatsu Oyama (Kyokushinkai, 1967).

Sayang, semakin beragamnya aliran karate yang berkembang, perpecahan di dalam tubuh PORKI pun muncul.

Ketidakcocokan antara PORKI dengan para pengurus dojo membuat kemunculan induk olahraga tandingan.

PORKI kembali bersatu pada 1972 dengan nama anyar, yaitu FORKI (Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia) dan bertahan hingga saat ini.

Setengah abad berkembang di Indonesia, karate mencetak banyak karateka berprestasi di berbagai ajang nasional maupun internasional.

Misalnya, Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang, Rifki Ardiansyah Arrosyiid merebut medali emas untuk nomor kumite 60 kg putra.

Terbaru, FORKI akan mengirim lima karateka untuk mengikuti kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 yang akan berlangsung pada 23 Juli s.d. 8 Agustus mendatang.

Kelima karateka tersebut akan tampil dalam Karate Premier League di Rabat, Maroko, dan World Olympic Qualification Tournament di Paris, Prancis.

FORKI bertekad untuk meloloskan wakilnya ke Jepang sebagai saksi sejarah debut karate di level Olimpiade.

Artikel ini telah terbit di olahraga.skor.id dengan judul “Skorpedia: Sejarah Karate di Indonesia, Sebuah Perjalanan dari Negeri Sakura” pada tanggal 18 Februari 2021 pukul 20:20 WIB.

https://olahraga.skor.id/skorpedia-sejarah-karate-indonesia-sebuah-perjalanan-dari-negeri-sakura-01368127

Aktivitas Nabilla Si Juara Karate Putri

Kumpulan Medali Nabilla Nur Aprilliani Yang Telah Memenangkan Banyak Perlombaan. (Dokumentasi Narasumber)

Madu Sehat, Bandung – Siswi SMAN 12 Bandung, Nabilla Nur Aprilliani atau yang sering dipanggil Nabilla baru saja memenangkan Juara 1 Festival Olahraga Kota Bandung tahun 2021 cabang karate putri. Nabilla mempunya kegiatan padat. Dalam sehari, Nabilla dapat berlatih karate selama 2 atau 3 jam. Ia berlatih karate di Cimahi pada hari Senin, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Di hari Sabtu ia berlatih 2 kali, yaitu di pagi hari dan sore hari.

Nabilla menyukai karate sejak kelas 3 SD yang mana baru berusia 8 tahun pada saat itu. Awalnya ia mengikuti karate karena ekskul di sekolahnya tetapi sang pelatih melihat Nabilla mempunyai potensi yang bagus sehingga Nabilla diarahkan untuk berlatih di tempat latihan yang pelatihannya serius, tidak main-main. Waktu pertama kali latihan tersebut, Nabilla lah yang paling muda karena ia masih menduduki sekolah dasar dan teman-teman lainnya sudah SMP.

Jika tidak ada latihan, Nabilla akan menghabiskan waktu untuk tidak melakukan apa-apa dikarenakan tubuhnya yang suka sakit setelah selesai berlatih. Tapi, jika sedang bosan, ia akan melakukan workout atau latihan menggunakan barbel di rumahnya. Sepertinya, para atlet tidak akan jauh dari olahraga ya.

Atlet karate kesukaan Nabilla adalah Sandra Sanchez, seorang atlit karate asal Spanyol. Selain hobi karate, Nabilla juga suka menonton drama korea.

Penulis: Chalida Rahma Listy