Tag: karya sastra

Senja tanpa Mu

Sore ini aku duduk di halaman belakang

Meminum kopi sembari melihat ilalang yang bergoyang

Mengamati suasana senja yang perlahan akan menghilang

Sembari merenungkan setiap momen yang akan terkenang

 

Dengan suara yang lembut dan tatapan teduhnya

kala itu ia berani mengucapkan janji

‘kan bersamaku dan menjaga ku, hingga akhir nanti’

 

Tapi kemudian, pelangiku pergi hari itu

Ia membawa seluruh canda dan tawaku

Lalu meninggalkan duka beserta luka untukku

Dan sejak hari itu, warna jingga di sore hari bukan lagi kesukaanku

 

(X-8)

Haruskah?

Dibalik mendung pasti ada hujan

Dibalik kedatangan pasti ada alasan

Detik menit yang berlalu adalah cerita

Akan ku pastikan ada makna didalamnya

Hati yang datang sepihak, bukan berarti harus memihak

Pemikiran yang dianggap sama, ternyata kita jauh berbeda

 

Bukan tentang kamu ataupun aku

Ini tentang kita, yang nyatanya tak sama

Bukan tentang memberikan pelajaran

Namun, bagaimana cara aku dan kamu memetik pelajaran dibalik cerita

Rasa syukur yang kau untai, terputuskan begitu saja

Haruskah ku samakan standar yang ada?

Sepertinya, tidak.

Karena aku terlalu bermekaran untuk kamu yang menguncup

 

(Annisa Shafa Camila dari X-9)

Aku Menghilang Pun Rasanya Kamu Biasa Saja

Aku Menghilang Pun Rasanya Kamu Biasa Saja

Sedikit bersikap tidak peduli mungkin lebih baik.
Aku menghilang pun kamu merasa biasa saja.
Entah aku ini bodoh karena masih saja peduli walau diabaikan.
Memang benar cinta itu membutakan segalanya.
Sudah sering kali disakiti, aku masih saja ingin bersamamu.
Andaikan aku tahu rasanya jatuh cinta kepadamu sesakit ini.
Memang benar penyesalan itu selalu datang belakangan.
Tersisa hanya penyesalan.

Salman Kimmy A. (X-8)

Mampir

Mampir

Tadi aku mampir ke rumah bulan
Sepi dan sunyi, terlihat dipojokkan
ia tersedu sedu menangis,
Sembari menahan amarah yang bergemuruh
Cahanya tak lagi menerangi malam
Menjadi gelap dan temaram
Katanya kau diledek oleh si bintang
Begitu angkuh dan arogan
Saingannya dalam semesta antariksa,
Tiada yang bisa melawannya
Prajurit nya bertebaran dimana-mana
Mungkin ialah yang terkuat,
Entahlah aku tak tau dengan pemikiran awam ini
Huffftttt, enak ya ia punya prajurit dimana mana
Sedangkan aku hanya punya diriku tuk menerangi
Kerlap kerlip nya malam saja.

M. Darryl (X-8)